Desember 1, 2020

Kekecewaan MRP kepada presiden ditunjukan karena jajaran menteri tidak ada orang asli papua

kabarmandala.com — Ketua MRP Papua Barat, Maksi Nelson Ahoren, mengungkapkan kecewa kepada Presiden Jokowi, yang tak melibatkan Orang Papua dalam Kabinet Kerja Jilid II. “Presiden ke Papua Barat dalam bentuk kunjungan kerjanya untuk melihat situasi dan kondisi pembangunan disini. Tapi, kami terlanjur kecewa karena tidak ada perwakilan anak Papua dalam kabinet,” ujarnya, Jumat (25/10/2019).

“Kalau Presiden janjikan Wakil Menteri atau Dirjen, bagi saya tidak terlalu penting, yang rakyat Papua inginkan ada keterwakilan OAP di kabinet,” jelasnya. Selain kecewa dengan kuota Menteri, dia juga mengharapkan Presiden Jokowi dapat menjawab tuntutan masyarakat dalam Pilkada 2020 nantinya.

“Kami harapkan kehadiran Presiden dapat menjawab tuntutan masyarakat Papua tentang bupati dan wakil bupati harus orang asli Papua. Apalagi Orang Asli Papua minim duduk di kursi Parlemen,” sebutnya. Karena itu, sebelum Pilkada tahun 2020, dia berharap dalam Peraturan KPU harus ada kekhususan bagi Papua, sama halnya seperti di Provinsi Aceh. “Kalau di aceh, bupati dan wakil bupati beragama Islam, di Papua kami hanya minta bupati dan wakil bupati adalah orang asli Papua,” tandasnya.