Maret 3, 2021

Kekejaman KSB Papua Terhadap Warga Olenki Selama Tiga hari membuat warga trauma dan ketakutan

kabarmandala.com — Kelompok separatis Bersenjata (KSB) Papua pimpinan Militer Murib dikabarkan menduduki Kampung Olenki, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Pucak, selama tiga hari. Peristiwa itu terjadi sebelum kontak senjata antara aparat gabungan dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB), Selasa (17/9) lalu.

Fakta ini terungkap dalam pembicaraan korban saat Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengunjungi Rumah Sakit Mimika. “Mereka sudah tinggal selama tiga hari di sana (Kampung Olenki). Mereka sempat mengancam warga, sempat memalang, itu semua ada korelasinya,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto kepada wartawan, Sabtu (21/9).

Menurut Eko, keberadaan kelompok Militer Murib di kampung tersebut telah menganggu aktivitas warga karena mereka kerap melakukan aksi kekerasan. Dari kesaksian korban yang enggan disebutkan namanya, kelompok tersebut melepaskan tembakan hingga mengenai warga. Kebetulan kemarin ada mantri dan keluarganya yang mendampingi (korban), dijelaskan ketika mereka melarikan diri ke kelompok masyarakat dan mereka melepaskan tembakan sehingga masyarakat jadi korban,” tuturnya.

Kontak tembak terjadi, sambung Eko, terjadi saat kelompok separatis yang diyakini dipimpin Militer Murib mulai menembak secara sporadis kearah tim gabungan yang sedang mendekati posisi kelompok tersebut di sebuah honai dekat sungai. Akibat tembakan balasan dari tim gabungan, kelompok separatis melarikan diri berpencar ke arah hutan dan perkampungan sambil menembak secara sporadis (tidak terarah). “Usai kontak ditemukan korban 7 orang masyarakat yang dalam kondisi luka tembak,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, tiga warga sipil tewas dan empat lainnya mengalami luka tembak ketika kontak senjata antara tim gabungan dengan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) terjadi di Kampung Olenki, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak. Tetapi pernyataan Bupati Puncak seakan tidak memihak kepada aparat, Willem Wandik menyayangkan upaya penyisiran yang dilakukan aparat keamanan justru menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak sipil. “Saya selalu menyampaikan, mari kita bangun komunikasi, lakukan pendekatan persuasif agar ada komunikasi antara kelompok TPN OPM dengan TNI-Polri, agar mereka menyerahkan diri,” ujar Willem Wandik, baru-baru ini.