Oktober 20, 2020

Keluarga Korban penembakan Minta Kapolda & Pangdam Datang

kabarmandala.com — Satu warga Kenyam, Kabupaten Nduga atas nama Hendrik Lokbere (25) dilaporkan tewas tertembak. Diduga ditembak oleh aparat keamanan saat melakukan perjalanan untuk menjemput keluarganya di Distrik Batas Batu, Kabupaten Nduga pada Jumat (20/12) malam.

Salah satu keluarga korban, Samuel Tabuni yang dikonfirmasi Wartaplus.com membenarkan kejadian tersebut. Samuel mengatakan, korban ditembak saat dalam perjalanan menggunakan mobil untuk menjemput sanak saudara yang sementara menunggu. “ Korban ditelepon oleh keluarga yang menunggu di Batas Batu untuk dijemput, namun dalam perjalanan korban dihadang dan langsung ditembak oleh aparat keamanan,” ujarnya , Sabtu (21/12) malam.

Dikatakan, pada saat korban ditembak, salah satu keluarga korban yang bersama-sama di dalam mobil langsung melompat dan menyelamatkan diri. “Ada satu keluarga yang bersama–sama dengan korban, jadi saat korban ditembak langsung dia lompat dari mobil dan menyelamatkan diri. Dia lari kembali ke Kenyam dan melaporkan kejadian ini kepada keluarga,” tuturnya.

Lanjut Samuel, setelah ditembak, korban ditinggal diatas mobil dan baru dijemput oleh keluarga pada Sabtu pagi. “ Ditembak sejak tadi malam, tapi keluarga baru menjemput korban pada Sabtu pagi. Sampai disana korban sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Akibat kejadian penembakan tersebut, situasi di ibukota Kenyam memanas karena keluarga tidak menerima korban ditembak.“ Situasi disana sementara memanas, keluarga tidak terima korban meninggal ditembak oleh aparat keamanan. Mereka meminta Kapolda dan Pangdam datang ke Kenyam untuk melihat jenazah korban,” bebernya.

“Saya akan kesana pada Senin pagi untuk menenangkan warga, karena warga tampak sangat marah dengan kejadian ini. Saya harap warga saya tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan,” tambah Samuel. Disinggung soal pelaku penembakan, Samuel mengaku belum mengetahui secara pasti apakah dari Polisi atau TNI.

“ Kita belum mengetahui pasti pelaku dari Polisi atau TNI karena kejadian malam hari. Tapi dari keterangan saksi yang bersama korban bahwa pelaku penembakan merupakan aparat keamanan dan menggunakan mobil”. Sementara di tempat terpisah, Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengaku sudah mendapat informasi penembakan tersebut dari salah satu warga melalui sambungan telephone, namun belum mendapat laporan dari kapolres setempat.

“Saya sudah mendapat informasi dari salah satu warga terkait penembakan itu, tapi belum mendapat laporan resmi dari kapolresnya, sehingga kita masih menunggu informasi resmi terkait kejadian tersebut,” katanya , Sabtu (21/12) siang.