Oktober 24, 2020

Kemdes komitmen listrik harus bisa dinikmati di seluruh desa

kabarmandala.com —  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) mendorong agar seluruh desa di Indonesia dapat dialiri listrik untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa dan mendorong kemajuan desa itu.

Indonesia itu maju jika desa juga itu maju. Tapi, bagaimana desa itu bisa maju kalau masih ada sekitar 433 desa yang belum dialiri listrik padahal Indonesia sudah hampir 75 tahun merdeka, kata Wakil Menteri (Wamen) Kemdes PDTT Budi Arie Setiadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Kemdes PDTT menggelar rapat koordinasi antar lembaga untuk program kelistrikan di 433 desa yang sampai saat ini belum dialiri listrik. Ini wujud syukur bagi perayaan 75 Tahun Indonesia Merdeka. Seluruh desa di Indonesia harus terbebas dari kegelapan,” tambah Budi.

Sekitar 15 .000 kepala keluarga di 433 desa itu terdapat di empat provinsi, yaitu di 325 kampung di Provinsi Papua, 102 Kampung di Papua Barat, lima Desa di Nusa Tenggara Timur, dan satu desa di Maluku. Kondisi geografis 433 daerah itu tergolong kompleks, karena wilayahnya yang sangat luas dan sebagian besar di daerah pegunungan.

Untuk itu, Kemdes PDTT menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk bersama mencari solusi mewujudkan aliran listrik di desa-desa itu. PLN telah menemukan teknologi yang disebut Tabung Listrik (Talis), yang merupakan tempat penyimpanan listrik seperti accu jika di mobil atau power bank yang besar. Unit pengisian daya listrik untuk tabung listrik itu akan disiapkan dan bakal disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah itu.

Selain bekerja sama dengan PLN, Kemdes PDTT juga akan menggandeng TNI dan Polri saat memasang teknologi itu. Iamengatakan pihaknya sedang mendalami penggunaan teknologi dan kerangka pembiayaan serta mekanisme kerjanya agar secepatnya bisa diimplementasikan pada 2020.

Saya optimistis jika terus digenjot maka sebelum Agustus 2020 ini, seluruh desa itu bisa dialiri listrik, ujar Wamen Budi. Di samping itu, ia mengemukakan desa akan maju jika memiliki anak muda yang inovatif dan kreatif serta sumber daya manusia yang unggul sehingga dapat mendukung pembangunan desa. Pemerintah desa harus melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan desa karena memiliki ide kreatif dan inovatif serta cenderung memiliki pemikiran yang “out of the box”.