Oktober 22, 2020

Kemenag Gelar Sidang Isbat Online Besok Untuk Tentukan Awal Ramadan

kabarmandala.com — Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal bulan Ramadan 1441 H setelah ibadah Salat Maghrib pada Kamis (23/4). Sidang Isbat akan digelar dengan skema berbeda sehubungan dengan kondisi pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia. Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan sidang Isbat nantinya akan memanfaatkan sarana sambungan jarak jauh atau teleconference.

“Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kita menghindari ada kerumunan. Sidang isbat akan memanfaatkan teknologi teleconference. sehingga peserta dan media tidak perlu hadir di Kementerian Agama,” katab Kamaruddin dalam keterangan tertulisnya. Kamaruddin menjelaskan Sidang Isbat akan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, diawali dengan paparan posisi hilal awal Ramadan 1441 H oleh anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama. Paparan ini akan disiarkan secara live streaming melalui website dan medsos Kemenag.
Diketahui, Kemenag sendiri sudah menetapkan pos pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang tersebar di 82 titik pemantauan di 34 Provinsi di Indonesia.

“Akan dibuka dialog. Masyarakat dan media bisa mengikuti melalui room meeting online yang nanti akan dibagikan. Tentu kuotanya juga terbatas,” tutur Kamaruddin. Tahap kedua, lanjut Kamaruddin, sidang Isbat digelar secara tertutup. Sidang ini hanya dihadiri secara fisik oleh perwakilan MUI, DPR, serta Menag Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, dan Kamaruddin sendiri selaku Dirjen Bimas Islam, Kemenag. Sidang itu diawali dengan pembacaan laporan olah Direktur Urusan Agama Islam tentang hasil rukyatul hilal dari seluruh Indonesia. Para tokoh ormas yang diundang bisa mengikuti dan berdialog dalam proses sidang ini melalui teleconference.

“Setelah mendengar laporan dan masukan dari ormas, Menag akan menetapkan awal Ramadan 1441H,” kata Kamaruddin. Lantas tahap terakhir, hasil sidang isbat akan diumumkan secara terbuka oleh Fachrul Razi melalui telekonferensi. Sehingga, media tidak perlu hadir di kantor Kementerian Agama dan menggunakan sambungan jarak jauh.

“Publik bisa mengikutinya melalui live streaming, website dan medsos Kemenag,” kata dia Diketahui, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah terlebih dulu menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1441 H pada Jumat, 24 April 2020 tanpa menunggu sidang Isbat dari Kemenag. Sementara Idul Fitri jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020.

Keputusan tersebut disampaikan dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2020 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Zulhijah 1441 Hijriah. Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan berdasarkan mekanisme hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.