Januari 23, 2021

Kementan Serahkan Bantuan untuk Papua Barat Senilai Rp 49,6 Miliar

Kabarmandala.com – Kementerian Pertanian ( Kementan) menyerahkan bantuan berupa sarana dan prasarana pertanian senilai sekitar Rp 49,6 miliar untuk Papua Barat. Bantuan yang merupakan bukti dukungan Kementan terhadap pembangunan di Papua itu diserahkan saat High Level Meeting on Green Investment Blueprint for Papua and West Papua di Swiss Belhotel Sorong, Papua Barat, Kamis (27/02/2020). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan tersebut yang diterima Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Menurut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, bantuan untuk pembangunan pertanian Papua Barat sangat lengkap.

“PSP itu memiliki alat mesin pertanian. ada kaitannya juga dengan tata kelola air, rehabilitasi jaringan irigasi, pembuatan embung, program pipanisasi, dan pompanisasi,” kata dia dalam keterangan tertulis. Ia melanjutkan, ada pula bantuan lain untuk pembuatan jalan usaha tani, termasuk benih dan pupuk. “Saya berharap bantuan itu bisa dimanfaatkan oleh daerah. Terutama untuk membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ujar Sarwo Edhy.

Bantun KUR Pertanian senilai Rp 1 triliun

Kementan juga menyalurkan bantuan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian senilai Rp 1 triliun untuk Papua Barat. Menurut Kepala Biro Humas dan informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri, KUR pertanian adalah skema permodalan untuk meningkatkan usaha rakyat di bidang pertanian melalui kredit usaha dengan bunga hanya 6 persen per tahun. “Mentan Syahrul punya komitmen kuat. Kementerian Pertanian menyiapkan 50 triliun khusus KUR pertanian,” kata Kuntoro. Ia melanjutkan, siapa pun bisa mengakses KUR, terutama para petani dan milenial yang berorientasi ekspor.

Sementara itu, menurut Luhut, Indonesia adalah negara yang sangat kaya, termasuk Papua yang ia anggap sebagai provinsi kaya. “Indonesia itu dari barat dan timur semua sama. Akan mendapat perlakuan yang sama. Untuk itu saya ajak Menteri Pertanian dan Menteri UKM agar membuka investasi di sini. Untuk membangun Papua,” kata Luhut. Ia melanjutkan, rekanan internasional juga akan dilibatkan untuk menetapkan standar kualitas karena pemerintah ingin membangun ekosistem yang bagus. Gubernur Dominggus pun sependapat jika daerahnya terbuka untuk investasi, termasuk di bidang pertanian dan perikanan. Menurut dia, banyak lahan potensial untuk dikembangkan. Namun pengembangan harus tetap menjaga kelestarian budaya dan adat papua.