Januari 18, 2021

Kepala suku Pegunungan tengah berpesan jangan terprovokasi, kita rugi sendiri nanti

kabarmandala.com — Kepala Suku Pegunungan Tengah, Diben Danggu Weya meminta seluruh masyarakat di Pegunungan Tengah Papua dan mahasiswa asal pegunungan tengah Papua di Manokwari, Provinsi Papua Barat, tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

“Jangan mau terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga dapat merugikan diri sendiri. Lihatlah contoh kemarin, ada 8 orang tertangkap dan berurusan dengan hukum. Yang rugi siapa? Diri sendiri akhirnya,” katanya, Kamis 28 November 2019.

Apalagi, kata Diben ke-8 orang ini padahal hanya ikutan dan tak mengetahui apapun. “Jangan menyepelekan pengorbanan orangtua kalian yang sudah susah payah bekerja mencari uang untuk membayar semua kebutuhan,” katanya  di Sowi II – Manokwari. Ia meminta palajar dan mahasiswa asal pegunungan tengah untuk tetap fokus belajar, setelah mendapatkan ilmu, bisa kembali ke kampung dan membangun daerahnya.

“Mahasiswa sebagai pemuda punya jiwa membangun untuk daerahnya sendiri, terutama mereka yang berpendidikan tinggi harus membangun daerah dan masyarakat, sesuai ilmu yang didapat,” ujarnya. Sebagai kepala suku, ia mengingatkan seluruh masyarakat Papua khususnya yang bertempat tinggal di Manokwari ikut menjaga kamtibmas.

“Kami di Papua itu bendera merah putih harga mati, menjadi bendera kebanggaan masyarakat Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke adalah bagian dari Indonesia, sehingga  kita semua harus menghormati perjuangan pahlawan, karena Papua merupakan bagian dari NKRI,” jelasnya.

Ia meminta aparat keamanan bisa tegas untuk menangkap siapapun yang membuat kekacauan di Manokwari, termasuk masyarakat Pegunungan Tengah Papua yang membuat kekacauan yang bertentangan dengan hukum. “Saya sebagai kepala suku tidak bertanggungjawab, jika polisi selaku penegak hukum akan menindak tegas siapapun yang melanggar aturan,” ujarnya.