Februari 27, 2021

Ketua DPRD Deiyai mengecam Freeport Yang Tak Beri Bantuan Pencegahan Covid-19

kabarmandala.com — Ketua DPRD Deiyai, Petrus Badokapa, S.Th, M.Th, menyesalkan tidak adanya bantuan dari PT. Freeport dalam rangka pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19 di wilayah Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak). Hal itu disampaikan Petrus Badokapa, jumat (03/04) di Nabire. Ditegaskan Petrus, PT. Freeport hanya memberikan bantuan 5 Miliar, dan bantuan itu dibagi lagi untuk kabupaten Mimika, Provinsi Papua dan pemerintah pusat.

Namun Petrus menyinggung tidak adanya sepeserpun bantuan untuk kabupaten-kabupaten yang berada di wilayah Meepago, padahal PT. Freeport Indonesia sudah ada di wilayah Meepago. “Kami harap perlu ada bantuan dari PT. Freeport yang sudah ada di wilayah meepago. Harus ada keadilan di tanah kami sendiri. Kami ini adalah pemilik emas dan tembaga, masa kami belum dapat apa-apa, saya sebegai Ketua DPRD Deiyai sangat mengharapkan kedepan bahwa perlu ada uluran tangan dari PT. Freeport”, tegas Petrus.

Petrus mengatakan masih belum terlambat bagi Freeport untuk memberi bantuan karena wabah ini masih terjadi dan masyarakat tentu sangat membutuhkan hal itu. “Freeport harus lihat kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah Meepago. Freeport tidak boleh memilih muka saat memberi bantuan. Hargai kabupaten yang punya hak ulayat”, lanjutnya.  Sebagai informasi, PT. Freeport memberikan bantuan uang tunai 5 miliar dan juga peralatan berupa masker, alat pelindung diri (APD) baju bio hazard, alat penyemprot, serta cairan disinfektan.

Menurut Vice President, Corporate Communications Freeport, Riza Pratama melalui Manager External Communications Corporate Communications Freeport, Kerry Yarangga, bantuan Rp 5 miliar ini akan didistribusikan, antara lain Rp 2 miliar ke Kabupaten Mimika, Rp 1,5 miliar ke Provinsi Papua, dan Rp 1,5 miliar ke pemerintah pusat.