November 1, 2020

Kini Ilaga siaga 1 pasca penembakan terhadap tukang ojeg

kabarmandaala.com — Kondisi di Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak sedang memanas. Kontak tembak antara TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali terjadi di daerah tersebut. pasca kejadian tewasnya dua orang tukang ojek di Kampung Amungi, Distrik Ilaga Utara, Kamis (26/9) lalu.

Kemudian disusul tewasnya seorang pedagang bernama Cahrudin alias Oyong, yang ditembak KKB di kiosnya di sekitar Bandara Aminggaru, Ilaga, Sabtu (28/9). Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Ery Purwanto mengatakan, pasca penembakan yang menewaskan dua tukang ojek dan pemilik kios. Seluruh kekuatan yang ada di Puncak dikerahkan untuk melakukan patroli dan razia.

“Saat ini Puncak siaga satu. Sebagian warga mengamankan diri di Pos Polisi atau Pos TNI. Anggota juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan ini,” jelas Kapolres Ery Purwanto yang dikonfirmasi via ponselnya, Minggu (29/9).

Disinggung apakah pelaku penembakan sama dengan hari sebelumnya, Ery Purwanto menyebutkan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Pasalnya, banyak pimpinan KKB yang ada di wilayah Puncak. “Sebenarnya sasaran mereka (KKB, red) adalah aparat keamanan. Ketika mereka tidak mendapatkan aparat maka sasarannya warga sipil,” ungkapnya.

Untuk itu, Kapolres mengimbau warga untuk selalu waspada dan tidak keluar sembarangan. Dirinya juga meminta tukang ojek untuk lebih berhati-hati dan tidak mengantar penumpang hingga ke tempat sepi. Sementara itu, jenazah Oyong saat ini berada Masjid Al-Ikhlas Kota Ilaga disemayamkan. Rencananya, Senin (30/9) hari ini diterbangkan ke kampung halamannya di Makassar melalui Timika.

Terkait insiden penembakan terhadap Oyong, Kapolres Ery Purwanto mengungkapkan, pelaku penembakan diduga KKB pimpinan Lekagak Telenggen. Penembakan terjadi di Kios Oyong di dekat Bandara Aminggaru Ilaga. Sekira pukul 12.30 WIT, dua orang saksi dari masyarakat sedang berbelanja makanan di Kios Oyong milik Cahrudin. Tiba-tiba datang 2 orang KKB yang masuk ke dalam kios dan langsung mengeluarkan senjata api jenis pistol.

Pelaku kemudian mengarahkan pistol ke korban dan melepaskan tembakan sebanyak tiga kali, sehingga mengakibatkan korban tewas di tempat. Anggota KKB yang berjumlah dua orang melarikan diri menuju arah sungai Ilame

Pukul 12.35 WIT, saksi melapor ke Mapolsek Ilaga terkait dengan penembakan tersebut. Mendapat laporan warga, aparat keamanan TNI-Polri yang berada di Ilaga langsung mengevekuasi korban. Pukul 13.05 WIT, aparat gabungan TNI-Polri berkekuatan 50 personel menuju TKP melakukan pengejaran dan penyisiran terhadap 2 orang KKSB tersebut. Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan terhadap dua saksi yang saat itu berada di kios.

Kapolres Ery Purwanto menyebutkan, dari keterangan saksi diduga pelaku penembakan merupakan adik dari Lekagak Telenggen. Sebelum pelaku melarikan diri sempat menyampaikan kepada saksi bahwa pelaku mengaku akan bertanggung jawab atas kejadian penembakan tersebut.

Sementara itu, Bupati Puncak Willem Wandik yang saat ini berada di Jogja mengaku sudah mendengar situasi yang ada di wilayahnya itu. Rencananya, Senin (30/9) hari ini, Bupati Willem Wandik tiba di Puncak. “Senin (30/9) saya langsung terbang ke Ilaga, lalu kita rapatkan persoalan ini. Melihat masyarakat yang mengungsi dan mencari jalan keluar dari persoalan ini,” ucap Bupati Willem Wandik.

Dikatakan, dalam jangka waktu pendek pihaknya akan mengirim masyarakat ke Timika. Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih aman dan tidak mengalami trauma. Baik itu pegawai ataupun masyarakat lainnya. “Dampaknya ini memang sangat luar biasa. Pasti kiosmya ditutup maka bahan makanan tidak ada. Ini juga yang perlu dipertimbangkan, akan menimbulkan dampak yang luar biasa,” ungkapnya.

Bupati Willem Wandik sendiri telah mendengar informasi bahwa Sabtu (28/9) ada penembakan terhadap pedagang kios di bandara. Lalu malam harinya, kelompok ini masuk dalam jumlah besar dan membakar di kampung Kimak. Ada beberapa kios dibakar lalu dilanjutkan dengan Minggu (29/9) pagi dalam bentuk rombongan datang menyerang di Ilaga.

“TPN-OPM ini juga melakukan kontak tembak dengan anggota TNI-Polri, Minggu (29/9) siang. Peristiwa-peristiwa seperti ini fenomena yang sedang terjadi saat ini. Sebagai Bupati, saya meminta kepada TNI-Polri serta masyarakat selalu waspada untuk mengahadap hal ini,” pintanya.

Bupati juga meminta agar TNI-Polri perlu memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat sipil yang ada di Ilaga. Bahkan bila perlu ada kode khusus yang harus diterapkan.

Secara terpisah, seorang warga di Ilaga yang berhasil dihubungi Minggu (29/9) kemarin menyebutkan, terjadi kontak tembak antara aparat TNI-Polri dengan TPN-OPM. Kontak tembak menurut warga yang enggan namanya dikorankan, terjadi pukul 09.00 WIT hingga pukul 13.00 WIT.

“Sabtu (28/9) malam hingga Minggu (29/9) pagi, TPN-OPM melakukan pembakaran terhadap kios dan rumah milik warga yang ada di bibir jalan di Ilaga. Mereka juga membakar honai,” ungkapnya melalui sambungan telepon dengan Cenderawasih Pos, Minggu (29/9).

Menurutnya, beberapa masyarakat yang tinggal di Kampung Tagaloa, Ulomi, Kimak, Kalebut mulai mengungsi ke dalam kota. Warga yang mengungsi bukan hanya non Papua, tetapu juga masyarakat asli Papua juga mengungsi. Masyarakat menurutnya diminta untuk tenang di tempat mereka masing-masing.

Ia menuturkan rentetan penembakan yang terjadi di Ilaga berawal dari anggota TNI-Polri masuk ke Distrik Gome lalu melakukan penyerangan dan pembakaran honai milik warga setempat. Akibat kejadian itu, dua warga sipil tewas kena tembak.

Tak sampai disitu, Rabu (18/9) lalu, aparat gabungan menurutnya masuk di Kampung Olenki, Distrik Ilaga Utara yang menyebabkan 3 warga sipil yang diketahui bernama Tekiman Wonda, Edison Mom dan Rudi Mom, tewas. Sementara beberapa warga lainnya luka-luka dan sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. “Saya baca situasi sepertinya ini aksi pembalasan yang dilakukan oleh TPN-OPM kepada aparat. Sepertinya begitu,” tambahnya.