Desember 2, 2020

Kini KKSB Papua Mulai lakukan Fitnah dan Propaganda melalui medsos, di tujukan untuk menyerang TNI-Polri

kabarmandala.com — KKSB OPM Papua selama ini sering kali menjadi dalang dari ragam krisis keamanan di Papua dan Papua Barat. Selama ini mereka merasa pihak benar padahal melakukan pelanggaran HAM serius berupa pembantaian dan pengacauan keamanan sehingga membuat masyarakat Papua sendiri resah. KKSB OPM yang mengaku sebagai gerakan pembebasan rakyat Papua malah membuat huru-hara membunuhi saudara-saudaranya sendiri di tanahnya sendiri. Maka gerakan pengacau keamanan ini bukan membawa cita-cita luhur tapi api pertikaian yang didompleng pihak asing demi mengeruk keuntungan dari darah tertumpah anak-anak Ibu Pertiwi.

Namun rupanya KKB Papua tak hanya melakukan serangan fisik, kini mereka juga sering menyerang TNI-Polri menggunakan fitnah dan propaganda.

1. Penembakan Karyawan Freeport

Ketika TNI-Polri sudah hampir mengusut dan menindak kasus teror KKB Papua pada tragedi penembakan karyawan PT Freeport, tiba-tiba beredar video hoax yang menyebut seolah-olah penembakan itu disebabkan oleh TNI-Polri. Polri menengarai beredarnya video penyerangan Freeport itu adalah cara licik KKB Papua dan simpatisannya untuk mengadu domba antara TNI dengan Polri. Padahal, sudah jelas-jelas aksi penembakan tersebut dilakukan oleh KKB Papua pimpinan Abubakar Kogoya.

Kapolda Papua, Irjen Polisi Paulus Waterpauw, akan memproses hukum siapapun pelaku penyebar berita bohong alias hoaks yang menuding aparat TNI-Polri berada di balik penembakan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kuala Kencana pada 30 Maret 2020. “Saya memberi waktu 3 x 24 jam para pihak yang mengatakan kekerasan yang terjadi di Kuala Kencana itu dibuat oleh TNI dan Polri. Saya minta dengan hormat agar segera mengklarifikasi hal itu. Bila tidak, kami akan proses hukum, siapapun dia karena sudah sangat subyektif menuding seakan-akan perbuatan itu dilakukan oleh kami,” kata Irjen Waterpauw.

Kapolda menyebut ada pihak-pihak tertentu sengaja melemparkan isu, bahkan terkesan memutarbalikan fakta terhadap kejadian tersebut. “Mereka menuding bahwa kejadian itu karena rebutan periuk nasi antara satuan tugas yang ada yaitu TNI dan Polri. Bila tidak segera diralat atau diklarifikasi, kami akan proses hukum,” kata Irjen Waterpauw.

Kapolda menjelaskan, kekerasan bersenjata yang terjadi di Kompleks Perkantoran PT FI Kuala Kencana pada 30 Maret 2020 itu secara terang-benderang dilakukan oleh KKSB OPMPapua pimpinan Abubakar Kogoya. Kelompok tersebut mendapatkan informasi dan gambaran tentang situasi dan kondisi pengamanan di Perkantoran PTFI Kuala Kencana dari seorang petugas pengamanan internal (security) PTFI bernama Ivan Sambom alias Indius Sambom.

2. Propaganda KKB Papua ke Pemerintah Indonesia

Aksi keji KKB Papua tak sebatas teror bersenjata, tapi juga menyebarkan berita hoax dan propaganda untuk menyerang pemerintah Indonesia. Salah satunya seperti yang mereka lakukan baru-baru ini. KKB Papua berusaha mencari-cari kesalahan pemerintah Indonesia di tengah mewabahnya virus corona.

Melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), KKSB  menyebarkan propaganda seolah-olah merasa risau dengan merebaknya virus corona. KKSB juga mengkritisi pemerintah Indonesia yang tetap membuka akses masuk ke Indonesia dengan tetap membuka bandara dan pelabuhan.

KKSB Papua menuding Indonesia menganggap remeh wabah virus corona dan melarang lockdown daerah di Indonesia. Di paragraf awal, KKSB menyebut kalau pemerintah Indonesia tak mampu mengatasi virus corona. Mereka menyebut pemerintah tak sanggup mengurus nusantara.  KKSB  juga membandingkan penanganan virus corona di Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

KKSB Papua juga menyinggung soal Omnibus Law dengan menganggap pemerintah malah sibuk debat soal Omnibus Law di tengah wabah corona. Di paragraf akhir, semakin tampak tujuan asli KKB Papua adalah untuk membubarkan NKRI dengan alasan pemerintah Indonesia tak mampu melindungi warganya.

3. KKB Papua Tuduh TNI-Polri Jadi Penyebab Warga Ngungsi

KKB Papua menuduh TNI-Polri lah yang membuat warga Tembagapura berbondong-bondong mengungsi. Melalui Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sembom membantah kalau warga Tembagapura mengungsi karena ulah KKB Papua. Menurut Sebby, warga mengungsi bukan karena takut dengan KKB Papua, melainkan takut dengan kejahatan yang dilakukan oleh aparat TNI-Polri. Kebohongan KKSB Papua yang dilontarkan Sebby Sembom ini jelas berbanding terbalik dengan keterangan TNI-Polri.

Kenyataannya, ribuan warga yang bermukim di pegunungan sekitar areal tambang PT Freeport Indonesia mengungsi karena tak tahan dengan aksi keji KKB Papua. Menurut keterangan warga yang mengungsi, mereka tak nyaman lagi tinggal di pemukiman karena KKB Papua mulai meneror dan menggangu mereka. Bahkan ada anggota KKSB Papua yang memaksa meminta makanan dengan menodongkan senjata.

“Dari keterangan warga, alasan mereka ingin mengungsi ke Timika dikarenakan suasana di kampung sudah tidak nyaman, terkait adanya KKSB Papua yang sudah menempati dan mengganggu masyarakat kampung, bahkan meminta makanan dengan paksaan dan menodongkan senjata,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustifa Kamal.