November 30, 2020

Kisah Perpisahaan Tanpa Perencanaan Si Papua dan Kawan dari Pulau Seberang!

kabarmandala.com — Melihat, merenung dan berusaha untuk memaknai dua foto ini, membuat Air kata saya macam mengalir dengan sendirinya. Mereka lahir di tanah Ini, mereka besar di tanah Ini, mereka hidup tanah ini, Mereka mengerti arti tanah ini, mereka mengerti arti hidup Diatas tanah Ini, tanah ini kenal mereka, mengerti mereka dan mereka bingung harus kemana? Mereka tahun tanah asal Ayah dan tanah asal Ibu Mereka, tetapi mereka tidak tahu hendak dimanakah tanah milik Ayah dan Ibu mereka?

Kawan, kami lahir, Hidup dan besar sama-sama di negeri ini. Kami tidak tahu konspirasi yang sedang dipermainkan hari ini. Kami tidak tahu politik Jakarta Palsu yang hingga hari ini belum tuntas dan dengan belum dituntaskannya persoalan atas tanah ini membuat kami terus kehilangan kawan karif, kawan akrab dan kawan ngobrol. Kawan, sa tra punya salah sama ko, kami hanya dipermainkan oleh pimpinan bangsa Ini.

Rasanya lepaskan semua terasa lahir di Sanubari ini. Seharusnya kita sama” kawan. Duduk sama-sama, makan sama-sama, Ngopi sama-sama, di kantin SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggipun sama-sama. Kami berjuang nasib kami, masa depan kami dan masa depan tanah Ini.

Kawan, ko tahu tidak, kalau kita tdk pernah bermusuhan sejak kecil sampai kini akhirnya kita dipisahkan dengan musibah yang tak pernah kami rencanakan. Kawan, ko boleh pergi ke tanah Ayah dan Ibumu tp itu bagaikan Hidup barumu tanpa harapan hendak kemana Kao pergi, saya juga tinggal di tempat lahir kita berdua dan mati disini. Kawan, ko tahu, kita tdk pernah membencihi siapapun selain minta keadilan, kehormatan dan martabat kami agar kami berdua hidup disini sampai mati.

Pemimpin negara ini punya Masalah berdampak bagi kami kawan, negara ini tidak adil sampai kami berdua harus berpisah. Kawan, harapanku pelukan dan ciumanmu bukan akhir dari hidupmu dan hidupku. Kami tetap bertemu, bahkan bisa sama-sama seperti yang dulu disaat negara ini berikan apa yang kami butuhkan selama ini.

Selamat berpisah kawanku, tangisanku dan tangisanmu sebagai bentuk dari rasa yang tak bisa dibayangkan. Janganlah membencihiku kawan, sampaikan pesanku pada pemimpinmu agar apa yang diinginkan Rakyatku dan masa depanku bisa terwujudkan agar masa depan bangsaku bisa adil, bebas, damai dan kawan bisa kembali untuk kami hidup sebagaimana kami lalui masa kecil kita!

Ini tulisan Saya untuk semua kawanku. Pesan untuk siapapun yang lahir Besar dan hidup Diatas tanah ini.