Januari 23, 2021

Kisah Warga Kimbeli Papua, Tinggalkan Kampung dan Harta Benda untuk Selamatkan Nyawa dari teror KKSB

kabarmandala.comMengenang kisah, merasa sudah tidak aman dan nyaman tinggal di kampung halamannya sendiri, ratusan warga Kampung Kimbeli dan kampung-kampung tetangga di wilayah Distrik Tembagapura, Papua, memutuskan meninggalkan kampung mereka. Ratusan warga Kampung Kimbeli dan kampung-kampung tetangga di wilayah Distrik Tembagapura memutuskan meninggalkan kampung mereka untuk dievakuasi ke Timika, menyelamatkan diri dari ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Septinus Magal, salah satu warga Kampung Kimbeli di Tembagapura, mengatakan, situasi dan kondisi keamanan di kampungnya kini sudah tidak kondusif lagi. Sejak kedatangan KKB beberapa hari lalu, katanya, barang maupun bahan kebutuhan pokok diambil secara paksa dari rumah-rumah warga setempat oleh anggota kelompok separatis bersenjata itu.

“Kami di kampung sudah tidak aman, jadi kami kasih tinggal kampung untuk keselamatan nyawa kami. Selain itu, bahan makanan kami juga sudah tidak ada, sehingga kami akan ke Timika untuk tinggal di rumah keluarga,” ungkap Septinus. Septinus bersama 240 warga Kampung Kimbeli kini sudah berada di Kantor SLD PT Freeport Indonesia di Tembagapura, untuk menunggu bus jemputan yang akan mengantar mereka ke Timika.

Selain dari Kampung Kimbeli, ada ratusan warga lainnya dari Kampung Banti 1, Banti 2, dan Opitawak yang juga bergabung di Kantor SLD PT Freeport Indonesia, untuk meminta dievakuasi ke Timika. Total terdapat 614 jiwa warga dari empat kampung yang hendak dievakuasi ke Timika. Ratusan warga itu berjalan kaki bebarapa kilometer dari Banti, Opitawak, dan Kimbeli, menuju Kantor Polsek Tembagapura di pinggir Kota Tembagapura.

Setelah didaftar identitasnya, mereka selanjutnya diarahkan ke Kantor SLD PT Freeport Indonesia Tembagapura untuk menunggu bus jemputan. Septinus mengatakan, rata-rata warga yang minta dievakuasi ke Timika hanya membawa pakaian seadanya. Sementara barang-barang lain, termasuk hewan ternak, ditinggal begitu saja.

“Nyawa lebih penting, hewan (babi) itu milik dunia, kami kasih tinggal dan itu sudah pasti akan diambil oleh mereka (KKB), biar Tuhan yang menghukum mereka,” tutur Septinus. Kapolsek Tembagapura, AKP Hermanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya warga kampung dari Kimbeli, Utikini dan Banti, yang meninggalkan kampung. Direncanakan, mereka akan evakuasi ke rumah keluarganya di Timika.

Kapolsek juga mendapatkan informasi dari warga bahwa beredar kabar ada dua warga berjenis kelamin perempuan yang ditahan oleh KKB, menurut warga tidak menutup kemungkinan mereka diperkosa. “Terkait dengan adanya kabar bahwa dua warga yang ditahan dan diperkosa oleh Kelompok KKB, kami belum mengetahuinya secara pasti, kami akan lakukan investigasi soal itu,” ucap AKP Hermanto.