Januari 23, 2021

KKB Papua Ikut Beri Pernyataan Soal Kabar Wakil Bupati Nduga Mengundurkan Diri dari Jabatan

kabarmandala.com —¬†Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.Hal tersebut diketahui dari kicauan pengguna Twitter @jayapuraupdate, Senin (23/12/2019).Dalam narasinya, akun @jayapuraupdate menuliskan Wentius Nimiangge menyatakan mundur dari jabatannya di hadapan masyarakat.

“Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge, menyatakan mundur dari jabatannya.. di hadapan masyarakat,” tulisnya.Tampak pula foto seorang pria berkemeja batik hitam dan celana warna senada, bicara di hadapan banyak orang menggunakan pengeras suara.Mengenai kabar itu, KKB Papua melalui Facebook Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB) turut memberikan pernyataan, Selasa (24/12/2019).

Kelompok separatis itu menyebut Wentius Nimiangge mundur dari jabatan karena kecewa terhadap TNI.Menurutnya, Wentius kecewa lantaran banyak warga Papua menjadi korban TNI salah satunya, Hendrik Lokbere.Hendrik Lokbere (25) warga Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, dilaporkan tewas tertembak.

Korban diduga ditembak oleh aparat keamanan saat melakukan perjalanan untuk menjemput keluarganya di Distrik Batas Batu, Kabupaten Nduga, Jumat (20/12/2019).”Admin TPNPBNews: TNI Kolonial Indonesia Melanggar Hukum Humaniter Internasional. Membunuh Warga Sipil yang bukan merupakan anggota kombatan.

Kecewa, penembakan terhadap warga sipil kembali terjadi di wilayah pemerintahannya, Wakil Bupati Kabupaten Nduga, Wentius Nemiangge menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati. Padahal masa jabatannya masih tersisa 3 tahun (periode 2017-2022).

Wentius menyebut, penembakan terhadap warganya (Hendrik Lokbere) merupakan dampak dari banyaknya pasukan yang dikirim oleh negara ke Nduga dalam satu tahun terakhir. Akibatnya, ribuan masyarakat Nduga mengungsi meninggalkan kampung karena takut dengan aparat.

“Sudah satu tahun terjadi seperti ini, Kami (pemerintah daerah) sudah menghadap Menteri, DPR RI, Panglima dan Kapolri meminta agar pasukan TNI-Polri yang ada di Nduga segera ditarik agar masyarakat kembali ke kampung-kampung untuk beraktivitas seperti biasanya. Namun sampai hari ini permintaan kami ini tidak pernah direspon, bahkan penembakan terhadap warga sipil terus terjadi,” ungkapnya dengan nada kecewa di hadapan ratusan masyarakat Nduga yang berkumpul di Bandara Kenyam, Senin (23/12) siang.

Menurutnya, dia bersama Bupati, Yairus Gwijangge, merupakan perpanjangan tangan dari presiden di daerah, dan harusnya bisa didengar oleh pemerintah pusat, namun kenyataanya sangat bertolak belakang, karena permintaan mereka tidak pernah digubris pemerintah pusat.

“Kami ini adalah perpanjangan tangan presiden di daerah, tapi sejauh ini kami tidak ada nilainya, kami tidak dihargai. Permintaan kami tidak pernah digubris oleh pemerintah pusat, lalu untuk apa kami ada? Kami hanya dijadikan boneka oleh pemerintah, maka mulai hari ini saya meletakan jabatan saya sebagai Wakil Bupati Nduga, dan mulai hari ini saya akan kembali menjadi masyarakat biasa,” tegasnya.

KKB Papua juga menyebut, Wentius sudah melepas seragam dinas dan meletakannya bersama jasad korban.“Seragam sudah saya buka dan letakan bersama korban, mulai hari ini saya lepas jabatan wakil bupati, saya tidak ingin menjadi perpanjangan pemerintah di daerah tapi rakyat saya terus menjadi korban, ujarnya sedih.

Facebook TPNPB

Sementara, Dirjen Pusat Penerangan (Puspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti kabar pengunduran diri Wentius.Kemendagri baru akan mengecek kebenaran kabar tersebut ke gubernur atau Pemerintah Provinsi Papua, sebagai pembina Kabupaten Nduga.

“Nanti kami cek kepada gubernur atau pemprov Papua sebagai pembinanya,” ujar Bahtiar.Di sisi lain, kabar mengenai pengunduran diri Wakil Bupati Nduga dibantah oleh pengguna Twitter @anginselatanopm, Selasa (24/12/2019).

Akun @anginselatanopm menyebut, Wakil Bupati Nduga tidak mengundurkan diri, tetapi mengembalikan SK Pembentukan Kabupaten Nduga.“Klarifikasi Wakil Bupati Tidak Mundur dari jabatan Tetapi Kembalikan SK Pembentukan Kab. Nduga,” tulisnya.