Home / Artikel / KKSB OPM Klaim Bertanggungjawab Penembakan di Kuala Kencana

KKSB OPM Klaim Bertanggungjawab Penembakan di Kuala Kencana

Kabarmandala.com – “Manajement Markas Pusat, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat telah terima laporan resmi yang mana telah dikonfirmasi bahwa penembakan di Kuala Kencana, dilakukan KKSB OPM dibawah Kpimpinan Gusby Waker dan Jhony Beanal. Gusby Waker adalah Komandan Operasi KKSB OPM Kemabu, Intan Jaya termasuk Wilayah Tembagapura,” tuturnya.

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB OPM)  mengklaim bertanggung jawab atas aksi kenembakan karyawan PT Freeport di  lokasi Kuala Kencana, Senin (30/3). Hanya saja KKSB OPM  menolak bertanggung jawab  atas nyawa korban. Yang dianggap bertanggung jawab atas kematian tersebut adalah Indonesia.

Ini disampaikan Juru Bicara, Sebby Sembom  dalam press rilisnya, Selasa (31/3) kemarin. Ia menyampaikan bahwa tidak apa itu karyawan Freeport atau siapa sebab KKSB OPM sudah menyampaikan bahwa Freeport harus segera ditutup  dan karyawan harus meninggalkan tempat kerja.

“Dalam laporannya via telepon seluler Gusby Waker mengatakan bahwa aksi penembakan itu mereka yang lakukan dan aksi itu merupakan pelaksanaan perintah operasi sesuai deklarasi perang KKSB OPM yang mana telah ditetapkan bahwa KKSB OPM akan lakukan serangan ke areal Perusahaan Emas Freeport, yaitu dari PortSite sampai di Grasberg,” sambung Sebby.

Hanya dalam hal ini sasarannya adalah karyawan Freeport, karena mengingat pihaknya sudah meminta manajemen Freeport untuk menghentikan pperasi penambangan namun masih kerja beroperasi. “Dan kami adalah pemilik emas di Gunung Nemangkawi. Oleh karena itu kami anggap bahwa PT. Freeport dan orang-orang yang kerja di perusahaan Freeport adalah perampok yang mana telah dan sedang mencuri hasil kekayaaan alam kami. Jadi apa salahnya kami bunuh karyawan Freeport,” katanya.

Dikatakan, 58 tahun telah beroperasi  dan kini pemilik gunung bertindak dan akar masalah Papua adalah PT. Freeport Indonesia. Lalu Indonesia, Amerika Serikat, Belanda dan PBB harus bertanggung jawab. Pihaknya mengancam akan terus melakukan aksi. Pihaknya juga menyampaikan kepada pemerintah Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat bahwa segera tarik warga negara anda yang kerja di perusahaan.

Check Also

Update Corona di Indonesia 24 Mei: 22.271 Positif, 5.402 Sembuh, 1.372 Meninggal

kabarmandala.com — Penambahan kasus COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 menandakan penyebaran virus corona belum terputus. …