Desember 1, 2020

KKSB terdeteksi di lokasi pendulangan emas, Dandim menyarankan agar pendulang segera tinggalkan area sebelum terjadi apa-apa

kabarmandala.com — Menanggapi masih adanya aktivitas pendulangan baik oleh masyarakat asli Papua maupun pendatang di area wilayah PT Freeport Indonesia (PTFI) khususnya di Kali Kabur, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan meminta agar secepat mungkin meninggalkan area tersebut.

Pasalnya, pihak TNI-Polri telah mendeteksi adanya keberadaan Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di area PT Freeport, khususnya di lokasi pendulang. “Solusi terbaik adalah secepat mungkin ke luar dari area itu. Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang buruk kepada saudara kita (pendulang). kelompok separatis ada di area Freeport khususnya lokasi pendulangan. Belajar dari catatan sejarah, kita mengatisipasi dengan mengimbau kesekian kalinya agar ke luar dari lokasi pendulangan,” kata Dandim saat ditemui Salam Papua di Lanud Yohanis Kapiyau, Kamis (28/11).

Diketahui, para pendulang masih melakukan aktivitasnya mengais butiran emas yang terbawa arus sungai Kali Kabur dari wilayah dataran tinggi Tembagapura menuju dataran rendah Mimika mulai pagi hingga sore hari. “Kalau setengah hari memang bisa menjamin bahwa kejadian tidak bisa terjadi pukul 12 siang?? Itu bukan solusi terbaik. Kita lihat saja seperti penembakan karyawan PT Istaka Karya beberapa waktu lalu,” ujar Dandim.

Dandim juga mengatakan bahwa KKSB itu bertujuan untuk menunjukkan eksistensi tanpa mempedulikan siapapun. “Tujuannya mereka untuk menunjukkan eksistensi, tidak perduli kamu siapa, pekerjaan apa, yang penting saya mengerjakan eksistensiku itu hidup. Memang situasi sampai saat ini terbilang kondusif, tapi kita tetap harus mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, meski beredar isu ancaman oleh KKSB hingga dikeluarkannya imbauan TNI-Polri kepada para pendulang untuk segera meninggalkan lokasi pendulangan, tetapi sampai saat ini terlihat masih adanya aktivitas pendulangan itu sendiri.

Dengan bertaruh nyawa melewati derasnya air kali yang memiliki kedalaman cukup dalam, salah satu pendulang yakni Alex mengaku bahwa dirinya bersama para pendulang menggantungkan hidup keluarga mereka dari usaha mengais butiran emas yang terbawa arus Sungai Kali Kabur dari wilayah dataran tinggi Tembagapura menuju dataran rendah Mimika.

“Saya belum mendengar pasti ada pendulang yang turun dari dalam lokasi. Belum ada. Kita saja, kerja was-was, pergi pagi dan pulang jam 3 sore. Karena kita cari makan toh. Yang penting tidak bermalam,” ujarnya saat ditemui di wartawan di sela-sela aktivitas itu, Rabu (27/11).

Kendati demikian, pria yang mengaku telah melakukan aktifitas pendulangan hingga belasan tahun itu mengatakan bahwa pengurangan waktu aktivitas tersebut pun guna menghindari hal-hal yang nantinya dapat merugikan diri. “Cuma dengar-dengar isu saja (Ada ancaman). Mudah-mudahan tidak terjadi,” tutup.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Komunitas Pendulang tradisional, Simon V. Rahanjaan mengatakan bahwa pihaknya akan turun langsung ke kali pendulangan untuk mengajak secara langsung agar para pendulang meninggalkan lokasi pendulangan sementara waktu. “Sabtu besok kami berencana akan turun langsung untuk memberi himbauan kepada mereka. Karena dari pihak TNI-Polri pun juga telah mengeluarkan imbauan itu,” ujarnya