Oktober 25, 2020

Kodim 1803/Fakfak Gelar Binter di Kanantare untuk meningkatkan kesejahteraan warga

kabarmandala.com —¬†Asisten Teritorial (Aster) Kasdam XVIII/Kasuari, Kolonel Kav Susanto Dwi Asmara, dan Liasion Officer (LO)/Perwira Penghubung TNI AL Kolonel Marinir Arif Budiman didampingi Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak Letkol Inf Yatiman meninjau lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 TA 2020 di Kampung Kanantare, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Senin (16/3/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Aster Kasdam XVIII/Kasuari Kolonel Kav Susanto Dwi Asmara, mengungkapkan bahwa pelaksanaan TMMD itu merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI khususnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Susanto menilai bahwa TMMD ke-107 di Kabupaten Fakfak itu adalah langkah yang strategis, mengingat Kampung Kanantare merupakan wilayah yang dikenal dengan sebutan ‘daerah merah’, karena sering terjadi aktivitas-aktivitas masyarakat yang membawa ide-ide separatis yang bertentangan dengan falsafah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pelaksanaan kegiatan TMMD ini adalah sangat strategis, karena salah satu sasaran kita adalah penguatan Binter (Pembinaan Teritorial), terutama wilayah-wilayah yang masih ada warganya yang memiliki paham yang berbeda atau berseberangan dengan paham NKRI, dan salah satunya di daerah ini. Untuk itu, kita bersama-sama dengan masyarakat memberikan pemahaman tentang Karya Bakti. Kita bantu mereka, kemudian kita bergotong-royong. Salah satu tujuannya adalah untuk memutus rantai paham Separatisme,” ungkapnya .

Lebih lanjut, Susanto mengatakan, di Papua Barat ini masih ada beberapa wilayah yang perlu penguatan Binter. Oleh karenanya, menurut Susanto, kegiatan TMMD itu merupakan kegiatan yang penting dan sangat strategis bagi Kodam XVIII/Kasuari dalam rangka penguatan Binter. “Kita semua tentu berharap, apa yang dikerjakan dalam TMMD ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, sekaligus bisa menyadarkan masyarakat bahwa NKRI ini sudah final,” katanya.

“Mari kita secara bersama-sama, baik TNI, pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat saling bahu membahu membangun Kanantare dan Fakfak khususnya. Mengapa? karena hal ini adalah menjadi tanggung jawab kita bersama, agar masyarakat Papua Barat dapat menikmati kesejahteraan,” ujar Susanto menambahkan. Senada dengan Susanto, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Yatiman, mengungkapkan bahwa dalam menentukan sasaran TMMD, pihaknya melihat pada tiga aspek, yaitu geografi, demografi dan kondisi sosial.

“Kami melihat Kampung Kanantare ini dari sudut kondisi sosial perlu adanya sentuhan dan pendampingan terhadap seluruh warga masyarakatnya karena menurut penilaian kami dan pemerintah daerah, bahwa diantara saudara-saudara kita warga kampung ini masih ada yang katakanlah terpapar ide-ide separatis,” ungkapnya. Oleh karena itu, menurut Yatiman, melalui kegiatan TMMD ini akan dilaksanakan pembangunan, baik fisik berupa renovasi rumah, maupun non fisik yang salah satunya berupa sosialisasi kebangsaan.

“Dalam TMMD ini, selain memperbaiki puluhan rumah warga, kita juga akan memberikan pemahaman dan penanaman nilai-nilai nasionalisme, sehingga paham-paham yang sudah beberapa tahun belakangan ini mewarnai pola pikir masyarakat di sini, dapat kita ubah menjadi masyarakat yang mencintai NKRI, memiliki semangat juang dan nasionalisme yang tinggi,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, yaitu pada Minggu (15/3/2020), Aster Kasdam XVIII/Kasuari dan LO TN AL Kodam XVIII/Kasuari bersama-sama dengan Dandim 1803/Fakfak mengunjungi Pos Satuan BKO Koramil Persiapan Teluk Patipi yang berada di Kampung Bisa, Distrik Teluk Patipi, Fakfak, Papua Barat.

Selain untuk melihat langsung situasi dan kondisi para prajurit beserta pos atau tempat penugasan mereka, di hadapan para personel Pos Koramil Persiapan dan perangkat kampung yang hadir di sana, Aster Kasdam XVIII/Kasuari Kolonel Susanto juga menyampaikan pesan dari Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

“Bapak Pangdam XVIII/Kasuari menitipkan pesan ke saya untuk anggota Satuan BKO ini beserta masyarakat sekalian. Anggaplah mereka juga sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Fakfak. Demikian pesan beliau untuk disampaikan ke warga masyarakat di sini,” katanya. Kehadiran para Prajurit TNI AD di Kabupaten Fakfak ini, lanjut Susanto, adalah untuk membantu meringankan beban, meningkatkan kesejahteraan dan membantu hal-hal yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Fakfak.

“Untuk itu, diharapkan kehadiran mereka dapat diterima dengan baik. Jalinlah tali persaudaraan agar tugas yang diberikan kepada para prajurit ini dapat dijalankan dengan lancar dan berhasil, yang tentu saja semuanya itu demi kesejahteraan warga masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Fakfak ini,” ungkapnya.