Oktober 26, 2020

Kondisi Stabil 2 Karyawan Freeport yang Ditembak KKB Proses Pemulihan

Kabarmandala.com – “Kami menyikapi kejadian yang telah mengancam nyawa karyawan kami dengan sangat serius. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan para karyawan dan keluarga mereka. Saat ini, perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di Kuala Kencana sampai waktu yang dinyatakan aman oleh pihak keamanan,” ujar Riza Pratama, Rabu (1/4/2020).

Juru Bicara PT Freeport Indonesia (PTFI), Riza Pratama, mengatakan keamanan di Kuala Kencana diperketat setelah ada penembakan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB OPM). Patroli pasukan bersenjata ditambah untuk memastikan keamanan.

Diketahui, penembakan yang terjadi pada Senin (30/1) itu menewaskan seorang pekerja PTFI asal Selandia Baru bernama Graeme Thomas Weal (57). Jenazah korban telah diterbangkan ke negara asalnya pada siang hari tadi.

Sedangkan dua pekerja PTFI yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang terluka terkena tembakan. Keduanya bernama Ucok Simanungkalit dan Jibril Bahar. Riza mengatakan keduanya dalam kondisi stabil.

“Dua orang korban luka dalam insiden penembakan yang sama, saat ini dalam proses pemulihan di RS Tembagapura. Keduanya dalam kondisi stabil,” ujar Riza

Selain itu, ada empat orang yang mengalami luka ringan. Mereka telah mendapatkan perawatan.

Polres Mimika telah mengantongi identitas pelaku penembakan di Pusat Administrasi PT Freeport di Kuala Kencana, Timika, Papua. Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan pelaku penembakan tadi adalah KKSB OPM Kelompok Kali Kopi yang dipimpin Joni Botak.

Diduga pelaku penembakan berjumlah delapan orang dan membawa senjata laras panjang dan senjata tradisional. Polisi menyebut aksi penyerangan KKSB OPM tersebut hanya untuk mencari eksistensi.