Oktober 20, 2020

Kronologi 2 Anggota TNI Dikeroyok Tukang Parkir, hingga Penyerangan Polsek Ciracas

Kabarmandala.com –  Peristiwa perusakan dan pembakaran Mapolsek Ciracas Jakarta Timur pada Selasa (11/12/2018) malam pukul 23.00 WIB, dilakukan sekelompok massa bersjumlah sekitar 200 orang.

Berikut informasi yang berhasil dihimpun soal kronologi perusakan Polsek Ciracas

1. Anggota TNI Dikeroyok di Ciracas

Seorang anggota TNI dikeroyok beberapa juru parkir di depan pertokoan Arundina, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (10/11/2018).

Kejadian bermula saat anggota TNI AL Kapten Komaruddin beserta anaknya selesai memperbaiki motor dan berencana makan di warung samping minimarket Arundina.

Saat hendak parkir, knalpot motor Komaruddin berasap. Ia turun dan memeriksa bagian mesin motor.

Kemudian salah satu juru parkir menggeser motornya tanpa sepengetahuan Komaruddin hingga membuat kepalanya terbentur motor.

“Kapten Komaruddin menegur juru parkir tersebut. Namun, ia (juru parkir) tidak terima hingga terjadi cekcok yang mengundang perhatian teman-teman tukang parkir lainnya hingga mengeroyok Kapten Komarudin,” ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Tony, Selasa (11/12/2018).

Saat pengeroyokan terjadi, seorang anggota TNI AD, Pratu Rivonanda melintas dan langsung melerai. Namun, Rivonanda juga dikeroyok pelaku yang diduga berjumlah tujuh hingga sembilan orang.

“Karena melihat jumlah juru parkir melebihi jumlah mereka, Pratu Rivo mengamankan Kapten Komaruddin beserta anaknya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur dengan dibonceng sepeda motor,” kata Tony.

Setelah itu, kedua korban mencari para pelaku ke permukiman warga sekitar lapangan tembak.

“Saat pencarian, mereka menemukan Agus, salah satu pelaku yang ikut mengeroyok dan langsung diamankan ke Polsek Ciracas, ” ujarnya.

Berikut informasi yang berhasil dihimpun Tribunnews soal kronologi perusakan Polsek Ciracas

2.Kronologi

Pukul 21.00 – 21.30 WIB – Sekitar 150 orang menggunakan sepeda motor mendatangi Polsek Ciracas dan menghadap Kapolsek untuk menangkap para pelaku pengroyokan rekan mereka (TNI), selanjutnya meninggalkan Mapolsek menuju pertokoan Arundina Konvoi dengan kendaraan roda dua.

Di kompleks pertokoan ini sebelumnya dua anggota TNI dikeroyok oleh para petugas parkir.

Pukul 22.10 WIB – Personel Gabungan TNI kembali mendatangi Mapolsek Ciracas dan berkumpul di depan Mapolsek untuk melaksanakan konsolidasi, kemudian salah satu personel intel TNI-AD mengaku sebagai Kapten J yang turut mendampingi Kapolsek Ciracas Kompol Agus W sempat turun tangan untuk menenangkan situasi yang semakin memanas.

Pukul 22.25 WIB – Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Toni Surya Saputra tiba di Polsek Ciracas.

Pukul 22.30 WIB – Terjadi pertemuan di dalam ruangan Kapolsek yang diwakili Kapten J yang meminta polisi dapat menangkap pelaku maksimal 2 hari.

Pukul 22.40 WIB – Kapolres, Kapolsek dan Kapten J memberi arahan kepada personel TNI gabungan di lapangan apel Mapolsek Ciracas.

Pada kesempatan tersebut disebutkan Kapolres menyampaikan kepada personel Gabungan akan berusaha menangkap pelaku dalam 2 hari.

Situasi semakin memanas dan tiba-tiba dari belakang kerumunan personel gabungan tersebut terprovokasi oleh adanya 2 orang sipil (laki dan perempuan) yang diduga merekam kegiatan tersebut sehingga rekan mereka yang berada di luar Mapolsek mengamankan dan menganiaya korban namun korban sempat diselamatkan oleh personel POMAD dan dibawa masuk kantor Polsek.

Pukul 22.58 WIB – Personel Gabungan meninggalkan Mapolsek menuju ke Arudina dan memadati lalu lintas menuju Pasar Rebo.

Pukul 24.25 WIB – Sekelompok oknum TNI datang kembali dan mulai bertindak anarkis merusak dan membakar fasilitas Mapolsek dan kendaraan yang ada di sekitarnya sehingga situasi makin tidak terkendali dan sebagian meninggalkan Mapolsek.

Pukul 01.20 WIB – Pangdam dan Kapolda tiba di Mapolsek Ciracas untuk menangani permasalahan.

3.Massa juga Bakar Kendaraan

Massa yang berjumlah sekitar 200 orang tersebut juga membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di area Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.

Akibat kejadian ini empat mobil pemadam di turunkan.

4.Dugaan Motif

Motif dari sekelompok massa tersebut diduga akibat tidak puas dengan penanganan kasus di Polsek Ciracas yang terjadi sehari sebelumnya.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz

“Ada sekelompok massa yang kita belum tahu berasal dari mana,” kata Idham, Rabu (12/12/2018).