Oktober 28, 2020

Kunjungi pulau Rutum, Gubernur pesan ajak kerukunan antar umat

kabarmandala.com — Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, menitip pesan kepada masyarakat di Pulau Rutum, Distrik Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. “Mari kita jaga Pulau Fani, juga kepulauan atau secara umum yang merupakan milik NKRI dan berada di wilayah pemerintahan Papua Barat. Mari kita jaga NKRI,” pesan Gubernur kepada warga Pulau Rutum, Sabtu (7/12/2019).

Gubernur mengunjungi Pulau Rutum selepas peletakan batu pertama pembangunan prasasti di Pulau Fani. Pulau yang tak berpenghuni dan membatasi NKRI dan negara Republik Palau. Saat tiba di Pulau Rutum, Gubernur dan rombongan disambut tarian adat Mansorandak Suku Biak dan lagu selamat datang. Oleh masyarakat setempat, Gubernur dan rombongan diantar menuju Balai Kampung Rutum, sekaligus menggelar tatap muka bersama.

Gubernur mengapresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Pulau Rutum, secara khusus para ibu dan anak yang sudah memberikan sambutan yang luar biasa. Gubernur berpesan agar masyarakat terus menjaga kedamaian, dan ketentraman, sehingga rakyat juga dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

“Kami akui pemerintah belum maksimal menyalurkan program bantuan yang menyentuh kepada masyarakat, namun secara bertahap pasti akan kita bantu. Sehingga semua kebutuhan masyarakat dapat terjawab,” terang gubernur.

Sementara itu, Kepala Distrik Kepulauan Ayau, Felix Dimara, melaporkan bahwa Distrik Ayau membawahi 4 kampung yaitu Abidon, Meosbekwan, Rutum, dan Reni. Kepulauan itu memiliki Mayoritas penduduk Suku biyak, dengan total jumlah jiwa 1.407 dengan jumlah 331 Kepala Keluarga (Kk).

Dia mengaku, keamanan di wilayah Distrik Ayau sangat kondusif. Sehingga jika ada isu yang menyatakan mereka tidak solid atau perpecahan, maka itu tidak benar. “Tidak ada isu perpecahan NKRI di Distrik Ayau. Kami sangat senang menerima kedatangan gubernur dan rombongan,” ungkapnya.

Sementara Bupati Kabupaten Raja Ampat membenarkan jika masyarakat Kepulauan Ayau sangat aman, dan kiranya kedepan pemerintah provinsi dan pusat dapat melihat ketertinggalan serta kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Pertemuan ini diakhiri penyerahan bendera merah putih kepada para Kepala Kampung di distrik Kepulauan Ayau, serta bingkisan Natal berupa ember dan beras 5 kg, bantuan alat tulis dan buku oleh Sekretaris BNPP Kemendagri.