Oktober 22, 2020

Kunker Menhan ke Perancis ternyata ada misi ingin membeli pesawat tempur dan kapal selam

kabarmandala.com — Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto belakangan ini menjadi sorotan lantaran sering melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri. Salah satu yang menyoroti seringnya Ketua Umum Partai Gerindra tersebut ke luar negeri adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun rupanya berbagai kunker Prabowo ke luar negeri ini demi meningkatkan pertahanan di Indonesia. Hal ini diketahui dalam lawatan Prabowo ke Perancis pada 11 hingga 13 Januari lalu.

Pemerintah Indonesia melalui Prabowo telah menyatakan ketertarikannya untuk membeli 48 jet tempur Dassault Rafale dan empat kapal selam Scorpene buatan Prancis. Ketertarikan Indonesia ini muncul setelah pemerintah dikabarkan akan mengakhiri kontrak pembelian kapal selam dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) setelah menghadapi sejumlah masalah teknis.

Prabowo begitu tertarik untuk membeli jet tempur Dassault Rafale lantaran pesawat ini mampu berpangkalan di daratan maupun kapal induk. Selain itu, jet tempur ini juga memiliki kestabilan terbang yang lebih baik dan dapat bermanuver hingga 11 G dalam keadaan darurat, dengan laju kecepatan pendaratan hingga 115 knot.

Bahkan, jet tempur ini dapat melindungi diri dari serangan udara maupun darat dengan memakai teknologi siluman virtual berbasis perangkat lunak. Untuk persenjataan, pesawat ini juga dilengkapi dengan 125 bulatan hingga rudal nuklir ASMP-A. Harga satu jet tempur Dassault Rafale ini mencapai US$115 juta atau setara dengan Rp1,5 triliun. Sejauh ini, negara yang telah membeli jet tempur buatan Perancis ini adalah India, Libya, Inggris, dan Swiss.

Sementara untuk kapal selam Scorpene yang diinginkan Prabowo sendiri adalah kapal selam kelas diesel electric attack yang dilengkapi dengan propulsi diesel dan propulsi udara-independen tambahan (AIP). Kapal ini mampu membawa 30 ranjau laut dan melaju hingga 20 knots (37 kilometer/jam) di dalam air dan 12 knots (22 kilometer/jam) di permukaan.

Kapal selam ini menggunakan uap bahan bakar untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik sehingga dapat menyelam selama tiga minggu. Kapal ini juga dilengkapi dengan peluncur torpedo 533 mm yang bisa meluncurkan torpedoa kelas berat Black Shark atau rudal anti kapal Exocet SM.39.