Juli 26, 2021

Latihan SAR dimaksud untuk menunjang pengamanan PON dan pesparawi

kabarmandala.com — Dalam rangka mendukung pengamanan perhelatan PON dan Pesparawi, latihan SAR Daerah atau Latsarda tahun 2019 yang diadakan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dalam hal ini Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika,

“Latsarda ini kita buat karena tahun 2020 ada event besar yang Mimika akan jadi tuan rumah. Oleh karena itu kita mengadakan latihan bersama penanganan atau evakuasi korban di gedung bertingkat,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Monce Brury, usai pembukaan Latsarda 2019 di salah satu hotel di Timika, Senin (4/11).

Sesuai agenda, mulai hari ini, Senin, peserta latihan yang terdiri dari potensi SAR akan diberikan materi latihan hingga Selasa (5/11). Kemudian akan dilanjutkan dengan simulasi latihan pada Rabu (6/11) yang bertempat di hotel yang juga menjadi obyek utama dalam latihan ini.

Latihan fokus pada penanggulangan atau evakuasi korban pada gedung bertingkat saat terjadi gempa. Umumnya, untuk gedung bertingkat seperti hotel, disaat gempa terjadi rentan dengan kebakaran. Sehingga itu diperlukan pelatihan untuk penanggulangan, terutama proses evakuasi para korban.

“Kemudian ada faktor bangunan yang runtuh yang membuat pengunjung itu tidak bisa di evakuasi. Sehingga itulah kita adakan latihan evakuasi,” katanya.┬áKegiatan ini merupakan latihan gabungan yang melibatkan TNI-Polri, BPBD atau Damkar, pihak RSUD, Dinas Sosial, PMI maupun potensi SAR lainnya yang ada di Mimika.

“Untuk antisipasi PON 2020 sama Pesparawi, jika itu terjadi, kita sudah tahu apa yang harus kita lakukan. Dari RSUD juga bisa mengukur jarak, kalau dari RSUD kemudian di panggil untuk kita buka posko, itu kita sudah tahu berapa waktu yang kita perlukan untuk kita lakukan itu,” katanya.