Oktober 22, 2020

Lima Helikopter Diterjunkan Evakuasi MI 17 di Papua

kabarmandala.com — Sebanyak lima helikopter Bell diterjunkan untuk proses evakuasi heli MI 17 milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada 28 Juni lalu.

Tiga dari lima helikopter yang dikerahkan merupakan milik TNI Angkatan Darat, sedangkan dua sisanya milik swasta yang diperbantukan dalam evakuasi. “Ada lima helikopter untuk proses evakuasi heli MI 17,” kata Danrem 172/Praja Wira Yakthi, Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar, Kamis (13/2).

Binsar menyebut, kelima helikopter telah berada di Bandara Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang untuk membantu proses evakuasi. “Saat ini di Bandara Oksibil sudah ada lima heli Bell, satu sudah standby sejak Senin kemarin dan dua lagi baru tiba dari Jayapura tadi (Rabu) pagi, kemudian dua heli milik swasta,” terangnya.

Diakuinya, proses evakuasi Heli MI 17 terkendala cuaca di sekitar lokasi yang selalu berubah-ubah. Pihaknya pun telah melakukan peninjauan ulang titik pendaratan hingga rute yang akan digunakan untuk evakuasi. “Cuaca diwilayah pegunungan Papua ini cukup ekstrem. Kadang kita cuma diberikan waktu satu hingga dua jam untuk terbang. Itulah yang menjadi faktor utama kendala untuk melakukan upaya pencarian,” kata Binsar.

Binsar berharap proses evakuasi terhadap heli MI 17 dapat segera dilakukan dalam waktu secepatnya, termasuk pencarian jenazah maupun barang–barang yang dapat mengungkap penyebab jatuhnya helikopter.

“Kita sudah berkordinasi dengan seluruh pilot mudah-mudahan besok atau lusa kalau cuaca mengijinkan kita sudah mulai kegiatan evakuasi, baik itu mencari jenazah maupun barang-barang yang diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan,” tuturnya.

Helikopter MI 17 Penerbad No Reg HA 5138 dinyatakan hilang sejak tanggal 28 Juni 2019. Heli dinyatakan lost contact ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan dropping logistik bagi pos TNI yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Heli tersebut mengangkut tujuh orang crew Penerbad dan lima orang prajurit Satgas Yonif 725/Wrg. Helikopter akhirnya ditemukan di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, 10 Februari.