Oktober 28, 2020

Mahasiswa Pegunungan Bintang Tolak Asramanya Dijadikan Penampungan PON XX

kabarmandala.com — Mahasiswa penghuni asrama Pegunungan Bintang menolak asramanya dijadikan tempat penampungan atlet dan official pada PON Papua. Penolakan telah diutarakan oleh penghuni asrama, saat menerima kedatangan Yunus Wonda, Ketua PB PON Papua berkunjung ke asrama Pegunungan Bintang pada Kamis 12 Maret 2020.

Informasi yang didapat, asrama mahasiswa Pegunungan Bintang dihuni oleh 500-an orang. Namun sebagian penghuninya masih berada di daerah. “Sejak lama kami sudah tinggal di asrama ini. Walaupun sejumlah penghuni masih berada di kampung, namun atas kesepakatan bersama, kami telah menolak asrama ini dijadikan tempat penampungan PON,” kata seorang mahasiswa yang tak ingin identitasnya disebut.

Walau begitu, mahasiswa Pegunungan Bintang berterima kasih atas kedatangan Yunus Wonda ke asrama itu. “Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Jika bantuan ini diberikan dengan hati tulus, tetap kami terima,” ujarnya. Ketua PB PON Papua, Yunus Wonda menyebutkan penolakan dari mahasiswa di asrama Pegunungan Bintang adalah hak sebagai mahasiswa.

“Kami tak bisa memaksakan hak mereka (mahasiswa). Hari ini ada kunjungan ke sejumlah asrama, karena kami ingin pastikan persetujuan dari mahasiswa penghuni asrama, bukan melalui bupatinya,” ujarnya. Lanjut Yunus, artinya para mahasiswa yang tinggal di asrama yang menjaga asrama itu, sebab mereka yang membersihkan dan memelihara asrama tersebut. “Jadi, lebih bagus saya dengar dari mereka (mahasiswa) dulu persetujuan ini, sebelum lanjut ke bupati,” katanya.

Walaupun ada penolakan, namun 3 asrama mahasiswa lainnya akan memberikan jawaban untuk penggunaan asrama pada PON XX. Ketiga asrama yang akan memberikan jawaban atas penawaran ini adalah asrama Puncak Jaya, Tolikara, dan Timika.

Yunus menyebutkan pemilihan sejumlah asrama ini dilakukan karena memiliki kapasitas dengan daya tampung besar dan akses ke jalan utama dekat. “Banyak asrama, kalau akses jalannya jauh tetap kami tak ambil. Jika nantinya sejumlah asrama ini mau dijadikan tempat penampungan, maka pemerintah ingin melakukan perbaikan asrama tersebut, demi kenyamanan bersama,” ujarnya.

Yunus menyebutkan asrama Puncak Jaya dan Tolikara telah menyetujui tawaran ini. Sementara asrama Timika akan dirapatkan melalui rapat pengurus untuk menentukan tawaran dari PB PON Papua. Demianus, seorang penghuni asrama Timika mengaku senang dengan kedatangan PB PON Papua. Walau begitu, tawaran yang diberikan PB PON akan dirapatkan oleh pengurus asrama. “Jika kami menyetujui hal ini, maka pengurus asrama Timika akan menyurati PB PON,” ujar Demianus.