Desember 2, 2020

Mari jaga laut Manokwari

kabarmandala.com — Ketua Komunitas Anak Wondama Peduli Lingkungan (KAWAL) Papua Barat, Yan Yoteni menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan laut, dan tidak lagi membuang sampah apapun ke laut. Pasalnya, akibat sampah buangan dari sebagian masyarakat Manokwari itu, membuat dua pulau, Pulau Mansinam dan Pulau Lemon, terdampak oleh penimbunan sampah.

“Banyaknya sampah di laut Manokwari itu, akibat ulah manusia yang tidak sadar untuk menjaga lingkunganya. Ini juga terjadi di dalam kota Manokwari,” ungkapnya, Sabtu (18/1/2020).“Jadi saya harap jangan lagi ada yang buang sampah ke laut. Jaga pantai kita tetap bersih, untuk kelangsungan biotanya,” tegasnya.

Dia mengakui, pernah menangkap oknum Nelayan yang dengan sengaja membuang plastik es di laut dan yang bersangkutan juga telah diminta untuk mengumpul kembali sampah tersebut.“Saya suruh kumpulkan kembali sampah itu dan buang ke tempat sampah. Sampah buangan dilaut ini tentu ulah oknum tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Menurutnya, sampah tidak akan pernah berhenti kalau tidak adanya kesadaran dari masyarakat untuk menjaga kebersihan, padahal sudah banyak contoh di daerah lain akibat buang sampah sembarangan, telah menimbulkan bencana alam.

“Kami komunitas di Manokwari cukup intens untuk membersikan sampah yang ada di laut, tetapi masih ada yang segaja buang ke laut. Jadi kami minta stop mengotori laut dengan membuang sampah sembarangan,” ujarnya.Dia juga meminta, dinas terkait agar dapat mengalokasikan anggaran yang cukup bagi petugas sampah di laut, karena selama ini mereka bekerja tanpa diberikan gaji.

“Kalau ada anggarannya tentu mereka memiliki semangat untuk bekerja,” tandasnya.Sementara Kepala suku Doreri, Gaad Hendrik Rumfabe mengajak masyarakat Manokwari dapat budayakan buang sampah pada tempat yang telah disediahkan pemerintah.“Saya apresiasi komunitas di Manokwari, yang telah peduli menjaga lingkungan dilaut, sehingga perlu dukungan moril dari pemerintah,” tutupnya.