Juni 24, 2021

Masih banyak masyarakat di distrik Jila yang belum punya rumah

kabarmandala.com — Kepala Distrik Jila, Albertus Tsolme mengatakan saat ini banyak masyarakatnya yang mengeluh lantaran belum punya rumah. Albertus mengatakan, jumlah masyarakat berdasarkan DPT sebanyak 3.000 lebih, tapi jumlah KK sebanyak sekitar 2.000. Karena itu, masih banyak masyarakat yang tinggal lebih dari satu KK dalam satu rumah.

“Kita heran kenapa hanya dibangun lima sampai tujuh unit rumah saja. Kalau begitu kapan baru mencakupi ribuan KK itu. Coba kalau satu kali bangun itu sampai puluhan,” katanya kepada Salam Papua di SP2, Jumat (1/11).

Selain hal itu, ia juga mengharapkan agar Dinas Perhubungan bisa mengakomodir maskapai penerbangan agar bisa memperlancar pelayanan kepada masyarakat di Jila. Diharapkan agar pelayanan maskapai bisa dilakukan dua atau tiga kali dalam satu minggu mengingat jumlah masyarakat juga semakin banyak.

“Pelayanan Susi Air banyak lalai karena jadwalnya tidak pasti. Sebetulnya dua kali dalam seminggu, tapi yang terjadi hanya sekali dalam satu minggu,” jelasnya. Sulitnya transportasi menurut dia, menghambat pembangunan di Jila. Demikian juga dengan keberadaan petugas pelayanan masyarakat.

Sebagai Kepala Distrik menurut dia, tentunya sangat ingin mengabdikan diri dan mempunyai kemauan untuk bekerja, tetapi kalau tidak didukung dengan transportasi yang lancar, maka semuanya jadi terhambat. “Kami ini kalau sudah datang ke Timika, berarti lama baru kembali ke Jila karena pesawatnya mahal dan jarang ke sana. Kami ini mau bekerja dan selalu ada di sana, tapi kalau sudah ada urusan yang butuh transportasi, maka semuanya jadi susah,” tuturnya.