April 12, 2021

Masyarakat Tak Bersalah Kembali Menjadi Korban Penembakan KKB Di Intan Jaya

Kabarmandala.com – Aksi teror dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali meningkat dan membuat resah masyarakat di Kabupaten Intan Jaya Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Meningkatnya tindakan teror yang cukup signifikan tersebut menyebabkan gangguan keamanan dan masyarakat tidak dapat beraktifitas seperti biasanya.

Rentetan peristiwa gugurnya dua prajurit TNI dan satu orang warga sipil meninggal dunia usai ditembak kelompok KKB. Selain itu, melalui selebaran, KKB juga menantang TNI-Polri untuk melakukan perang secara terbuka.

Rentetan peristiwa itu membuat sebagian masyarakat mengungsi karena takut menjadi korban. Tak hanya itu, pemerintahan di Intan Jaya pun bahkan disebut tak berjalan karena aksi KKB yang selalu meneror masyarakat.

Rentetan peristiwa tersebut menjadi sebuah teror dimana masyarakat sipil menjadi korban dan tidak terkecuali anggota aparat TNI-Polri. Masyarakat pun mengutuk kekejaman KKB  tersebut yang tidak mengindahkan rasa kemanusiaan.

Aksi penembakan kembali terjadi Kelompok Kriminal Bersenjata menembak warga sipil di Intan Jaya, Papua, Senin sore (8/2/2021).

Penembakan terjadi sekitar pukul 17.30 WIT di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Papua.


Korban Penembakan KKB Berinisial RNR (32), Senin 08/02/2021

Korban berinisial RNR (32) ditembak pelaku pada bagian bawah hidung kiri hingga tembus ke rahang, dan mengenai bahu kanan. Beruntung korban masih dalam keadaan sadar.

Dari keterangan saksi berinisial M (26) yang merupakan istri korban, pelaku saat itu datang dari arah jalan belakang rumahnya atau Jalan Bilogai Kampung, kemudian pelaku mendatangi korban dan menyampaikan akan menjual minyak tanah.

Dari keterangan saksi, pelaku langsung menodongkan senjata ke arah korban lalu di tembak. Setelah menembak pelaku langsung melarikan diri.

Pasca kejadian tersebut, aparat gabungan TNI-Polri terus meningkatkan patroli di sekitar TKP di Distrik Sugapa Intan Jaya, Papua.

Akibat kondisi keamanan yang tidak stabil dengan aksi-aksi penembakan oleh KKB yang tidak segan-segan mengorbankan warga sipil tersebut, aktifitas warga menjadi terganggu. Masyarakat menjadi ketakutan untuk beraktivitas seperti biasanya. Bahkan roda pemerintah daerah menjadi tidak berjalan, Bupati Intan Jaya dan para pejabatnya diketahui memilih untuk meninggalkan kantor karena faktor gangguan keamanan tersebut.