Oktober 21, 2020

Mayjen TNI Herman Asaribab, Putra Asli Papua Jabat Pangdam XVII/Cenderawasih

kabarmandala.com — Tongkat kepemimpinan Pangdam XVII/Cenderawasih yang sebelumnya dipegang oleh Mayjen TNI. Yosua Pandit Sembiring, kini diserahkan ke Mayjen TNI. Herman Asaribab yang merupakan putra asli Papua.

Penyerahan tongkat itu digelar dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI. Andika Perkasa di Aula Tonny Rompis, Makodam XVII, Jayapura, Selasa, (17/9).

Upacara Sertijab ditandai dengan penyerahan Pataka Kodam XVII/Cenderawasih kepada Kasad dari pejabat lama dan selanjutnya diserahkan kepada pejabat baru, kemudian pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan fakta integritas dan naskah Sertijab, pemasangan tanda pangkat dan jabatan serta penyerahan tongkat komando oleh Kasad.

Sebelumnya, Mayjen TNI. Herman Asaribab menjabat Pangdam XII/Tanjungpura. Sedangkan Mayjen TNI. Yosua Pandit Sembiring akan melanjutkan tugas di lingkungan Mabes TNI sebagai Pa Sahli Tk. III Bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI.

“Jadi, beliau menjabat Pangdam dua kali, yaitu Pangdam XII/Tpr dan saat ini menjabat Pangdam XVII/Cen yang wilayah tanggung jawabnya meliputi Provinsi Papua,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI. Candra Wijaya kepada wartawan, Selasa sore.

Brigjen Candra menuturkan, sertijab di lingkungan TNI  merupakan suatu hal yang lazim, sebagai salah satu bagian dari dinamika pengembangan kemampuan kepemimpinan, manajemen dan profesionalisme keprajuritan dalam rangka optimalisasi pencapaian tugas pokok TNI AD.

Berikut Profil Mayjen TNI Herman Asaribab :

Mayjen TNI  Herman Asaribab merupakan putra asli Papua, lahir di Jayapura, 10 Juni 1964. Lulusan Akademi Militer tahun 1988 dan Lemhannas tahun 2014 tersebut, kaya akan pengalaman tugas dan telah menempati sejumlah jabatan penting, diantaranya Pa Sahli TK III Bid. Banusia Panglima TNI (2017), Kasdam XVII/Cenderawasih (2015), Wadan Seskoad (2015), Wadan Pussenif Kodiklatad (2015), Danrem 172/PWY, Dam XVII/Cenderawasih (2013), Dirbinsen Pussenif Kodiklatad (2011) dan Danbrigif 20/IJK.