Desember 2, 2020

Melonjaknya harga minyak tanah mencapai 60 ribu per lima liter

kabarmandala.com — Sejak beberapa bulan terakhir harga minyak tanah yang dijual pedagang eceran di Mimika mengalami kenaikan hingga Rp 50 ribu di Oktober. Namun, memasuki awal November, harga tersebut bertambah naik menjadi Rp 60 ribu per lima liter.

Kenaikan harga bahan kebutuhan pokok rumah tangga ini tentunya menjadi keluhan seluruh masyarakat, khususnya kaum ibu. Harga tersebut dinilai sangat jauh dari kata normal jika diperhitungkan dengan penghasilan.

“Bahaya sekali kalau harga minyak tanah ini terus meningkat. Kita pikir hanya naik sebatas Rp 50 ribu, tapi ternyata sekarang sudah jadi Rp 60 ribu per lima liter. Kalau diukur betul, itu tidak capai lima liter. Ini sangat merugikan kita yang penghasilannya pas-pasan,” ungkap Gloria Siska yang merupakan ibu rumah tangga di SP2, Senin (4/11).

Harga Rp 60 ribu per lima liter ini diberlakukan oleh pedagang minyak tanah keliling. Sementara harga eceran yang dipajang dipinggiran jalan masih didominan dengan harga Rp 40 ribu dan 50 ribu. Sementara berdasarkan pantauan Salam Papua, seorang pedagang eceran yang menjajakan minyak tanah keliling mengaku bahwa harga Rp 60 ribu tersebut normal lantaran pasokan minyak tanah ke Mimika berkurang.

“Memang minyak tanah sekarang lagi kurang. Saya juga beli dari agen dengan harga Rp 50 ribu. makanya saya jual Rp 60 ribu ke masyarakat,” ungkap pria yang menjajak minyak tanah menggunakan becak.