Oktober 28, 2020

Mendagri meminta agar Pemda Papua Bangun Komunikasi dengan Tokoh di Tembaga Pura

kabarmandala.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengharapkan bentrokan yang terjadi antara aparat dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), di sejumlah kampung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika bisa terselesaikan. Pemerintah Daerah setempat diminta untuk membangun komunikasi dengan tokoh yang disegani di wilayah itu.

“Sambil kita memperkuat pengamanan di sana oleh Bapak Panglima TNI dan Kapolri. Kemudian dari Pemda juga kita minta untuk berkomunikasi dengan tokoh-tokoh yang disegani di sana. Baik tokoh agama maupun tokoh adat. Tokoh pemuda, tokoh wanita. Berbicara dengan kelompok-kelompok bersenjata itu,” kata Tito di kantor Kemenko Polhukam, Selasa (10/3).

Tito menyampaikan, pengalamannya yang pernah menjadi Kapolda Papua menyebut, komunikasi dengan KKB bisa dibangun secara masif. Sehingga mereka tidak lagi membuat kegaduhan. “Pengalaman saya selaku Kapolda Papua dua tahun, banyak beberapa kali saya bisa melakukan komunikasi-komunikasi dengan mereka, sehingga mereka tidak melakukan aksi kekerasan,” ucap Tito.

Kendati demikian, purnawirawan polisi jenderal bintang empat ini menyebut, penanganan secara soft approach harus dilaksanakan. Namun, jika tetap tidak mengindahkan atau bahkan menimbulkan korban jiwa, para KKB harus ditindak tegas. “Kita harus tegakkan hukum. Siapapun dia, tegas. Saya tentu meminta kepada Pak Kapolri dan Pak Panglima TNI bila perlu Satgas yang ada di tambah, perkuat lagi,” harap Tito.

Oleh karena itu, Tito menyatakan pemerintah Indonesia akan mengambil langkah tegas jika KKB secara terus-menerus membuat kegaduhan di bumi cenderawasih. “Negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang melakukan pelanggaran hukum, apalagi dengan senjata,” tegas Tito menuntaskan. Untuk diketahui, sekitar 1.000 warga yang tinggal di empat kampung di Distrik Tembagapura meminta dievakuasi ke Timika. Bahkan, pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya lumpuh total.