Oktober 24, 2020

Mengapa 33 Kelompok Pasukan Bersenjata Ingin Duduki Tembagapura?

kabarmandala.com — Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom mengklaim sebanyak 33 kelompok pasukan bersenjata ingin menduduki Distrik Tembagapura, Mimika, Papua. Menurut Sebby tujuan pihaknya menduduki Tembagapura untuk menguasai tambang PT Freeport Indonesia. Sabby menilai perusahaan asal Amerika Serikat itu tidak berhak mengeksploitasi hasil Bumi Cenderawasih.

“Mereka tidak berhak atas kekayaan alam bangsa Papua,” kata Sebby Sambom. Sebby menekankan pihaknya akan melakukan perlawanan hingga tujuan tercapai. Menurutnya, sebanyak 33 Kelompok siap angkat senjata jika tujuan mereka dihalangi.

“Kami akan terus berjuang hingga PT Freeport Indonesia meninggalkan Tembagapura,” ujarnya. Keberadaan 33 kelompok bersenjata ini membuat masyarakat di Tembagapura resah. Sebanyak 900 orang sudah mengungsi dari Distrik Tembagapura. Bahkan kelompok tersebut tidak segan menodongkan senjata kepada warga sipil untuk meminta makan.

Kapolsek Tembagapura, Ajun Komisaris Hermanto, mengatakan warga mengungsi karena merasa ketakutan dengan aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terus meneror wilayah Tembagapura selama beberapa hari terakhir. Tak hanya itu kelompok yang dipimpinan Joni Botak dan rekannya Lekagak Telenggen itu terus menyerang aparat keamanan yang sedang berpatroli dan menyerang markas Polsek Tembagapura pada akhir Februari lalu.

Serangan tersebut, menyebabkan satu anggota Brimob meninggal dunia pada Jumat (28/2/2020). Kemudian satu anggota lainnya mengalami luka akibat terkena rekoset atau serpihan peluru pada Senin (2/3/2020).  “Sebelumnya ratusan warga ini telah mengungsi ke Polsek Tembagapura pada Jumat pukul 05.00 WIT. Kami pun membawa mereka ke Timika dengan menggunakan 13 bus pada pukul 18.00 WIT, ” kata Hermanto.