Juli 26, 2021

Menjelang 1 Desember, Aparat keamanan antisipasi 3 wilayah di Jayapura rawan gangguan aksi

kabarmaandala.com —  Tiga wilayah rawan yang dipetakan Polres Jayapura Kota saat 1 Desember nanti. Dimana sebagian orang Papua menganggap 1 Desember sebagai ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra menyebutkan, adapun tiga wilayah rawan tersebut yakni Distrik Jayapura Utara, Distrik Heram dan Distrik Abepura.

“Rawan dalam artian karena kelompok yang berseberangan sering beraktivitas di lokasi tersebut,” ucap Jahja kepada Cenderawasih Pos, Rabu (13/11). Mengantisipasi adanya gangguan menjelang 1 Desember mendatang, Patrolipun akan ditingkatkan di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota. peningkatan Patroli tersebut dibuat dalam bentuk Unit Kecil Lengkap (UKL).

Selain itu lanjut Jahja, pada hari H nya atau tepat 1 Desember. Polisi akan buat cipta kondisi dengan lebih intensif melakukan penggalangan terhadap masyarakat. “Lebih ditingkatkan pengawasan terhadap kelompok-kelompok yang berseberangan dan Patroli rutin 24 jam dari pagi hingga malam,” kata Jahja.

Menurut Jahja, sampai saat ini belum ada kelompok masyarakat yang memasukan surat ijin terkait dengan kegiatan 1 Desember. Dan kalaupun ada kata Jahja, maka tidak akan diizinkan. “Kalau izin 1 Desember sifatnya ibadah nanti kita lihat, namun yang mengeluarkan izin bukan dari Polres melainkan dari Polda. Sebab Polres sebatas rekomendasi saja,” ucapnya.

Terkait situasi Kota Jayapura, Jahja mengaku situasi aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat, pendidikan dan perekonomian tetap berjalan sebagaimana biasanya. Sebelumnya, Polda Papua mengantisipasi 1 Desember. Bahkan pejabat utama Polda Papua seperti Dir Intel, Karo Ops dan Dansatgas Amanusa dipanggil Mabes Polri untuk melakukan rapat khusus antisiasi menjelang 1 Desember.

Terkait 1 Desember, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw berharap masyarakat jangan mudah terprovokasi terhadap berbagai hal yang dimunculkan yang sifatnya mengadu domba masyarakat itu sendiri. “Jika ada pihak yang ingin merayakan 1 Desember sebagai aktivitas rutin mereka ya silakan saja, kalau mau berdoa ada aturan yang harus dipenuhi dalam menyampaikan pendapat,” ucap Kapolda.