Home / Hukrim / Oknum Aparat Pelaku Penganiaya Warga Mimika telah Diproses

Oknum Aparat Pelaku Penganiaya Warga Mimika telah Diproses

kabarmandala.com — Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata menegaskan akan memproses oknum anggotanya yang terlibat kasus penganiayaan seorang warga di Nawaripi, Timika. Video penganiayaan oknum aparat itu sebelumnya viral di media sosial belum lama ini.

“Berkaitan dengan video yang viral di media sosial itu, saya mengakui memang benar itu dilakukan oleh oknum anggota Polres Mimika. Selaku Kapolres, saya meminta maaf atas apa yang terjadi. Saya akan tindak anggota tersebut sesuai dengan kesalahan yang ada baik secara kedinasan maupun sesuai aturan hukum yang ada,” kata AKBP Era Adhinata di Timika, Minggu, 24 Mei 2020.

Kejadian penganiayaan yang viral di media sosial itu diketahui berlangsung pada 14 Mei 2020 di sebuah rumah di kawasan Kampung Narawipi, Distrik Wania, Mimika. Korban penganiayaan diketahui bernama Ayub Jr Hutagaol.

Berdasarkan cerita dari anggotanya, Kapolres Mimika mengatakan tindakan penganiayaan terhadap Ayub berawal saat ayah dari oknum anggota Polres Mimika dipukul oleh orang mabuk hingga pingsan. Oknum tersebut lantasmemanggil rekan-rekannya guna menangani kasus tersebut.

“Anggota kami kemudian mencari tahu permasalahan yang menimpa orang tuanya. Pelaku tidak sempat ditemukan karena melarikan diri. Namun berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di lokasi itu sering ada orang mabuk setelah mengonsumsi minuman keras yang dibeli dari salah satu toko di kawasan itu,” ujar Era.

Selanjutnya beberapa anggota Polres Mimika mendatangi toko yang menjual minuman keras beralkohol di kawasan Nawaripi. Ayub yang berada di toko tersebut mengelak saat polisi hendak mencari keberadaan minuman beralkohol di tokonya.

“Dia menyampaikan tidak ada barang itu di tokonya. Anggota tersulut emosinya saat mendapatkan ada barang bukti di toko tersebut sehingga terjadilah kasus penganiayaan itu,” jelas Era. Kapolres menegaskan dalam penegakan hukum, anggota Polri wajib melakukan dengan tegas dan terukur. Korban sendiri diwakili oleh sejumlah pengacara di Kota Timika telah melaporkan secara resmi kasus penganiayaan tersebut ke Polres Mimika.

“Kesan yang ada bahwa anggota kami datang ke sana langsung memukul seseorang. Padahal tidak demikian. Mereka datang ke sana untuk mengecek penjualan miras karena dalam situasi wabah pandemi covid-19 ini tidak boleh ada kegiatan apapun yang bisa menimbulkan dampak luas terhadap situasi keamanan daerah, apalagi minuman lokal yang dijual itu sangat berbahaya bagi kesehatan orang yang mengonsumsinya,” jelas Era.

Guna melengkapi penyelidikan kasus tersebut, Kapolres Mimika telah meminta pemilik toko atau bangunan untuk menyerahkan video utuh kasus tersebut yang direkam melalui kamera CCTV.

Check Also

Hilangnya Uang Dana Desa di Mimika sedang dalam penyelidikan Aparat

kabarmandala.com — Kepolisian Resor Mimika, Papua kini mengusut kasus hilangnya uang dana desa (DD) senilai Rp250 …