Mei 7, 2021

OPM Serang Pos Brimob karena Dapat Info Hoax bahwa Presiden Jokowi Perintahkan Tembakkan Roket

kabarmandala.com —┬áTentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui telah menembak dua anggota Brimob di pos pengamanan Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua pada Sabtu (11/1/2020) sekitar pukul 05.54 waktu setempat.

Insiden penembakan tersebut dilaporkan oleh Panglima KODAP III Ndugama Bridgen Egianus Kogeya kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM melalui sambungan telepon. “Pasukan TPNPB telah berhasil menembak dua nggota Brimob dan telah menembak banyak peluru ke Pos Brimob tersebut,” demikian keterangan dalam rilisnya di FB TPNPB.

Setelah aksi penembakan, pasukan TPNPB masih melakukan perlawanan di lokasi kejadian dan mengganggu warga sekitar. Bukan tanpa sebab, menurut Bridgen Egianus Kogeya, Kabupaten Nduga telah dikepung pasukan Keamanan Pemerintah Kolonial RI sejak tanggal 1 Desember 2019 hingga 11 Januari 2020.

“Kami tidak akan takut dengan serangan udara Pasukan Keamanan Pemerintah kolonial Republik Indonesia, tapi kami akan terus lakukan perlawanan,” klaimnya.┬áPanglima muda itu juga mengaku mendapat informasi yang menyebutkan Presiden Jokowi melalui anak buahnya akan meluncurkan roket udara ke TPNPN-OPM.

“Maka saya dan pasukan saya tidak akan mundur sesuai ‘undangan’ Presiden Indonesia. Pagi ini, saya dan pasukan datang ke pos-pos Pasukan Keamanan Indonesia di Ibu Kota Kabupaten Nduga,” terang Bridgen Egianus Kogeya.Sementara berdasarkan laporan Juru Bicara KODAP III Ndugama, Perek Jelas Kogeya, insiden penembakan menyasar dua anggota Brimob, satu di antaranya tewas di tempat dan seorang lain mengalami luka-luka serta banyak warga yang ketakutan karena aksi mereka.

Insiden tersebut sontak membuat masyarakat Nduga panik. Seorang warga mengatakan helikopter milik polisi baru mendarat untuk melakukan evakuasi korban penembakan, sementara pesawat tanpa awak pun masih mengitari sekitar area Keneyam sejak pukul 07.00 hingga siang hari karena memantau TKP untuk menyelamatkan warga yang masih disana.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengakui, Egianus Kogoya kembali melakukan penembakan terhadap anggota Brimob. “Memang benar Sabtu (11/1) sekitar pukul 06.50 WIT terjadi penembakan terhadap anggota brimob yang sedang survei di sekitar pos hingga menyebabkan satu anggota terluka di bagian kaki,” katanya.

Kondisi korban stabil dan saat ini sudah dievakuasi ke Timika untuk mendapat perawatan intensif.Dia menegaskan, TNI maupun Polri akan mengambil langkah tegas terhadap kelompok tersebut. Bharatu Luki, anggota Polda Maluku yang di BKO ke Polda Papua tertembak dibagian kaki dan dijadwalkan Minggu (12/1) dievakuasi ke Jakarta.