Oktober 22, 2020

PAK HAM: KKSB OPM Jangan Dibiarkan leluasa melakukan aksinya

kabarmandala.com — Teror penembakan di area PT Freeport Indonesia oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Jhony Botak mendapat kecaman dari Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK HAM) Papua. Direktur PAK HAM Papua, Matius Murib mendesak aparat keamanan menangkap kelompok tersebut tersebut. Dia pun meminta aparat tidak membiarkan KKSB merajalela melakukan aksi penembakan terhadap warga di Mimika.

“Tidak boleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibiarkan merajalela di sana sini, nembak-nembak orang. Kalau ini dibiarkan kita semua terancam. Kami berharap pelakunya ditangkap dan diproses hukum, siapapun orangnya atau kelompoknya harus (diproses) karena ini negara hukum,” kata Matius di Jayapura, Rabu (8/4) malam. Menurutnya, aksi kekerasan tidak diperkenankan terjadi di manapun. Semua masyarakat Papua tidak menginginkan adanya tindak kekerasan di atas negeri sendiri yang sangat dicintainya.

“Kita dibuat takut di negeri sendiri di Tanah Papua yang kita cintai. Ini rumah kita dan ini negara kita. Saya kira ini yang harus kita tolak dan sampai kapanpun PAK HAM akan terus bersuara untuk menolak kekerasan-kekerasan ini,” tegasnya. PAK HAM Papua juga meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun langsung ke Timika untuk melakukan investigas secara independen dan imparsial. Demikian juga aparat kepolisian segera menangkap para pelaku penembakan dan memprosesnya sesuai mekanisme hukum.”(Komnas HAM) harus turun ke Mimika, harus ke lokasi kejadian di PT Freeport melalui fungsi pemantauan dan penyelidikan yang independen dan imparsial,” tandasnya.

Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang karyawan PT. Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, akhir Maret 2020. Satu orang tewas tertembak dan dua lainnya luka-luka dalam insiden itu. Korban tewas merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Selandia Baru bernama Graeme Thomas Weal (57). Sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka, dua korban luka di antaranya bernama Jibril MA Bahar (49) dan Ucok Simanungkalit (52).

Manajemen PT Freeport Indonesia langsung menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di Kuala Kencana sampai waktu yang dinyatakan aman oleh pihak keamanan. Hal ini karena aksi KKB menjadi ancaman keselamatan para pekerja.