Maret 7, 2021

Pangdam XVII : Kalau sudah makan Papeda dan mandi sore di Ilaga baru boleh bicara dan bahas papua

kabarmandala.com —  Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mendapat kesempatan tampil sebagai keynote spech dalam kuliah umum dan FGD di Kampus Pasca Sarjana UI Salemba, Jakarta Pusat. Setibanya di Kampus UI Salemba, Pangdam XVII/Cenderawasih langsung disambut oleh Dr. Lutfi ( Direktur), Dr. Audrey ( Ketum Iluni), Dr. Nyoman Astawa (Ketua Departemen), Staff UI dan Bupati Merauke Frederikus Gebze.

Pangdam menjadi salah satu narasumber kuliah umum dan FGD tersebut dengan mengusung tema “Merajut Papua Dalam Bingkai NKRI”. Dalam acara tersebut sebelum memberikan kuliah umum, Ketua ILUNI mengungkapkan perasaan senang atas kedatangan Pangdam XVII/Cenderawasih di Kampus Universitas Indonesia.

“Suatu kebanggaan kami menyambut kedatangan Bapak Jenderal dari Papua yang datang ke kampus kami,” ungkapnya Ketua ILUNI. Selanjutnya ketua ILUNI juga mengucapkan terima kasih juga kepada Kapolda Papua, Dirut PT. Freeport Indonesia Tony W, Bupati Puncak Jaya, Bupati Merauke yang sudah bersedia hadir untuk memberikan Kuliah Umum dan menjadi Nara Sumber di Kampus UI Selemba.

“Terima Kasih atas kehadiran bapak-bapak dari Papua untuk memberikan kuliah umum dan FGD di kampus Kami,” pungkas Ketua ILUNI. Pangdam Cenderawasih diberi kesempatan yang pertama untuk menyampaikan Keynote Speech dalam forum akademis yang dihadiri para mahasiswa Kajian Strategi dan Global tersebut.

“Bicara Papua berbeda dari Tahun 1963 sampai dengan Tahun 2019 (sekarang). Masih ada sodara-sodara kita yg berbeda pemikiran (separatis),” ungkap Pangdam. Mereka, kata Pangdam, juga masih bagian dari Indonesia. Dan untuk menyelesaikan Papua tidak bisa dengan sistem top down , melainkan harus secara botton up.

“Kalau sudah makan papeda dan mandi sore di Ilaga baru bisa saya hormati untuk berbicara tentang Papua,” ujar Pangdam. Pangdam juga menyampaikan kunci sukses dalam upaya membangun Papua. “Peningkatan Sumber Daya Manusia, pendekatan smart power (hard dan soft power) serta melalui agama, budaya dan kesejahteraan adalah kunci utama dalam membangun Papua,” tutup Pangdam.