Mei 13, 2021

Papua tetap NKRI, 1 Desember hanya isu memutar balikan sejarah

kabarmandala.com — Kepada semua umat beragama untuk hidup rukun dan damai, tidak terpengaruh isu 1 Desember. Ini dikatakan Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kota Jayapura KH Abdul Kahar Yelipele yang juga Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Se-Provinsi Papua di Kota Jayapura

“Mari saudara-saudaraku, kita sama-sama menjaga Papua yang aman dan damai. Saya, secara pribadi mengimbau jangan ada geraka-gerakan yang memicu atau membelah atau memisah diantara kita. Saya berharap jangan ada membuat gerakan tambahan atau gerakan yang lain untuk menyongsong tanggal 1 Desember,” katanya ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Kamis.

“1 Desember atau masuk 1 Desember adalah persiapan Hari Raya Natal bagi umat nasrani yang akan fokus ibadah. Mari kita dukung saudara-saudaraku umat Nasrani agar merayakan Natal dengan aman dan nyaman, bisa berlangsung dengan penuh hikmat,” tambahnya.

KH Abdul Kahar Yelipele juga meminta kepada tokoh agama di Papua untuk dengan tegas menolak paham atau aliran radikalisme masuk ke Papua. “Mari kita juga tolak paham radikalisme agama, kita jaga agar paham ini tidak merusak tatanan kehidupan dan kedamaian serta ideologi Pancasila. Saya juga ajak para tokoh agama untuk peduli hal ini, agar Papua tetap aman dan damai, senantiasa itu yang kita harapkan bersama,” katanya.

Kepada generasi milenial Papua, KH Abdul Kahar Yelipele meminta agar lebih bijak dalam menyipaki isu atau ajakan yang bisa membuat kegaduhan. “Saya juga ajak kepada generasi muda kita, mari kita jaga, dan sekali lagi jangan mengadakan kegiatan pada 1 Desember yang bertentang dengan pemerintah. Mari kita jaga Papua, Papua adalah adalah bagian dari NKRI dan NKRI adalah bagian dari Papua,”ujarnya.*