Oktober 26, 2020

Para Bupati Pegunungan Tengah Desak Pemerintah Segera Proses Oknum Peneriak Kata Monyet

kabarmandala.com — Pasca aksi demo yang terjadi di beberapa titik di Papua dan Papua Barat buntut dari insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang, para Bupati se Pegunungan Tengah Wilayah Laapago menyesalkan aksi dan tindakan persekusi yang dilakukan sekelompok massa di depan Asrama Mahasiswa Papua Jln Kalasan di Kota Surabaya, pada tanggal 16 – 17 Agustus lalu. Dalam aksi itu kelompok massa ini, bahkan terlihat ada aparat keamanan berseragam loreng yang ikut mendobrak  pagar asrama. Aksi itu dilakukan kepada para mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh studi di Kota Surabaya dan Malang.

Pernyataan tegas itu disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Wilayah Laapago, Ricky Ham Pagawak SH,M.Si  kepada Bogopapua.com melalui sambungan telepon selular Senin malam (19/8) dari Kota Kobakma, Mamberamo Tengah. “Atas nama Asosiasi Bupati se Pegunungan Tengah, sebagai wakil ketua asosiasi kami sangat prihatin dan menyayangkan pernyataan warga negara Indonesia terhadap warga negara Indonesia bagian timur. Pernyataan menyampaikan kepada anak Papua dengan ini bahwa kita ini monyet. Itu suatu penghinaan siapapun orang Papua tidak bisa terima,”sesalnya.

Untuk itu atas nama masyarakat Pegunungan Tengah di wilayah Laapago meminta kepada Bapak Presiden RI, Kapolri dan Panglima TNI serta Gubernur Jawa Timur dan juga Jawa Tengah termasuk juga Walikota Malang dan Surabaya. Agar segera menangkap oknum masyarakat yang telah mengeluarkan pernyataan monyet kepada orang Papua. “Segera tangkap dan proses secara hukum, supaya kami semua tau bahwa apa yang dilakukan itu betul – betul sudah tidak manusiawi,”pintanya.

Selain itu juga Asosiasi  meminta kepada gubernur Jawa Timur dan Jawa Tengah agar mahasiswa Papua yang sementara sedang menempuh kuliah di Jawa Timur dan Jawa Tengah itu adalah mahasiswa warga negara Indonesia dan bukan orang asing, sehingga menerima mereka dan mendudukkan mereka setara dengan rekan – rekan mereka yang ada di wilayah Indonesia dimanapun mereka tinggal. Seraya mencontohkan di dunia lain, dimana orang luar negeri mendudukkan orang negro setingkat dengan mereka dan tidak pernah mereka menghina seperti binatang.

“Jadi kami merasa bahwa penghinaan ini sangat tidak manusiawi dan sangat tidak terhormat serta menyakiti, melukai hati orang Papua,”ucapnya. Asosiasi Para Bupati ini juga menegaskan bahwa atas nama masyarakat di wilayah Laapago, Pegunungan Tengah mengutuk keras. Tindakan dan pernyataan atau ucapan yang disampaikan oleh anak suku Jawa terhadap anak Papua. Bahkan RHP sapaan akrabnya mengingatkan agar Jangan sampai pernyataan ini membuat orang Papua semakin tidak senang terhadap negara ini.