Januari 20, 2021

Pasukan TNI yang Jaga RI-Papua Nugini Diminta Tak Gentar Meski di Daerah OPM

kabarmandala.com — Sebelum diterjunkan ke tempat tugas, mereka mendapat pengarahan dari Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letnan Jendral Joni Suprianto. Joni secara tegas mengingatkan prajuritnya, tak perlu takut atau paranoid dan tak legah ketika diterjunkan di tempat penugasan, termasuk daerah rawan TNPB-OPM. “Yakinkan bahwa prajurit kamu mengerti tugasnya. Prajurit Pos Jaga, Pos Dengar, Pos Serambi. Biasanya prajurit yang ditugaskan lengah. Yang di pos tengah tidur,” jelas Joni di markas Yonif Mobile Raider 900/BSW di Buleleng, Bali, Rabu (11/3).

Joni juga mengimbau prajurit yang bakal terjun di daerah perbatasan dan rawan mampu merebut hati masyarakat setempat. “Tugas kamu meyakinkan mereka untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan meyakinkan masyarakat yang militan untuk meyakinkan militansinya (kepada Indonesia),” kata Joni.

Menurut Joni, tidak semua masyarakat Papua memihak ke gerombolan TNPB-OPM. Joni juga mengimbau, agar para perwira atau pimpinan pos melakukan orientasi terlebih dulu di tempat tugas. “Masih ada waktu masing-masing pos berkoordinasi dengan pos yang diganti. Bagaimana masyarakatnya, cuacanya, kerawanannya, dan musuhnya,” kata Joni.

Sebagai pesan penutup, Joni berharap prajurit terus menjaga komunikasi dengan keluarga yang bakal ditinggal sembilan bulan. Karena, dukungan keluarga bisa jadi faktor penyemangat para prajurit di tempat penugasan. “Jaga komunikasi dengan homebase. Jaga komunikasi dengan keluarga sehingga keluarga yang ditinggalkan tetap sehat dan bisa memberikan dukungan yang kamu butuhkan. Rekan-rekan, selamat bertugas semoga misi yang kamu emban bisa sukses,” tutup Joni.

Yonif Mobile Raider 900/SBW yang dipimpin Letkol Martky Jaya Perangin Angin ini mengirimkan 450 personel ke perbatasan RI-Papua Nugini. Mereka bakal tergabung dengan Satgas Pengaman Perbatasan (Pamtas) dan bertugas di perbatasan selama 9 bulan ke depan.