Oktober 26, 2020

Pegunungan Arfak di Papua Barat Masih Minim Pembangunan Infrastruktur

Manokwari,Kabarmandala.com – Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) di Papua Barat menjadi kabupaten yang masih sulit dijangkau dari segi transportasi. Kabupaten yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Manokwari pada 2012, memiliki 10 distrik.

Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroy, menyebutkan daerahnya memiliki tanah yang subur untuk berkebun seperti sayur mayur, dan tanaman kopi yang saat ini menjadi andalan pemerintah daerah.

Tak hanya itu saja, potensi pariwisata Pegunungan Arfak juga banyak dilirik. Salah satunya ada Danau Anggi yang terbagi menjadi dua yakni Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida.

Kata Yosias, Danau Anggi diyakini adalah jelmaan laki-laki dan perempuan. Kedua danau ini hanya dipisahkan oleh perbukitan.

Yosias menyebutkan untuk ruas jalan pada 10 distrik di Pegunungan Arfak belum teraspal dan belum banyak jembatan. Saat ini, masih banyak jalur sungai yang saat ini belum ada jembatannya.

“Aliran sungai juga masih banyak digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci pakaian, mandi dan mengambil air bersih,” ujarnya.

Yosias menyebutkan dengan kunjungan presiden ke Pegaf, ia ingin ada percepatan pembangunan di daerahnya.

“Ini momen langka dan kesempatan baik untuk masyarakat Pegunungan Arfak bertemu dengan Pak Presiden,” katanya, Minggu (26/10).

Yosias mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk membangun infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, penerangan, jaringan telekomunikasi.

“Dalam hal infrastruktur jalan, sepanjang ruas jalan Manokwari-Pegaf, dan Mansel-Pegaf belum dapat terkoneksi dengan baik,” ujarnya.

Lanjut Yosias, masyarakat di Pegunungan Arfak belum dapat menikmati aliran listrik secara keseluruhan. Sedangkan untuk jaringan telekomunikasi baru bisa dinikmati oleh masyarakat di Distrik Anggi dan sebagian warga di Distrik Minyambouw.

“Banyak kendala yang kami hadapi di Pegunungan Arfak, terutama infrastruktur. Namun, kami juga memiliki potensi daerah yang baik, seperti pariwisata dan pertanian yang merupakan potensi andalan daerah dengan sebutan negeri di atas awan,” ujarnya.