Maret 3, 2021

Pegunungan Cycloop Sentani perlu perhatian

kabarmandala.com — Jika anda pernah bepergian ke Jayapura menggunakan pesawat, sudah pasti anda akan melihat hamparan pegunungan yang menjulang tinggi, sebelum pesawat mendarat di bandara Sentani. Itulah pegunungan Cycloop. Panjang pegunungan Cycloop ini sekitar 36 kilometer, membentang dari barat ke timur. Pegunungan ini menjadi pembatas antara Danau Sentani dan Samudera Pasifik.

Sebenarnya masyarakat adat Jayapura sebagai pemilik hak ulayat ini dari zaman nenek moyang mereka, telah menamai pegunungan ini dengan nama Dafonsoro. Namun, pada tahun 1768, LA Bougainville pelaut Eropa yang berlayar dan berlabuh di Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura, menamai pegunungan ini dengan nama Cycloop.Begitulah kebiasaan penjelajah Eropa pada waktu itu, tidak pernah bertanya kepada penduduk asli setempat, langsung seenaknya saja memberi nama daerah baru yang dia kunjungi dengan sesuka hatinya.Nama Cycloop sendiri berasal dari mitologi Yunani yang berarti raksasa bermata satu.

Ia adalah putra dari Dewa Poseidon dan Dewi Thoosa.Pegunungan Cycloop menjadi habitat fauna endemik Papua, di antaranya burung cenderawasih, kuskus, dan kanguru pohon. Pegunungan Cycloop merupakan sumber air bagi Danau Sentani, namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.Saat ini telah terjadi penebangan liar, penambangan galian C liar, pembukaan lahan untuk pemukiman dan pendulangan emas liar.Jika hal ini terus menerus berlangsung, dan tidak segera dihentikan maka lama kelamaan, Danau Sentani akan mengering. Selain itu jika terjadi hujan lebat, dikhawatirkan akan terjadi tanah longsor di Sentani, Jayapura.