Oktober 22, 2020

Pemasok senjata ke KKSB OPM terus diselidiki oleh Polda Papua

kabarmandala.com — Polda Papua menelisik dugaan adanya pemasok senjata kepada KKSB OPM di Papua. Pemasok senjata bakal ditindak tegas. “Kami sedang mencari, apalah ada atau tidaknya pemasok senpi ke KKSB OPM. Kalau ada tetap kami tindak, karena itu sudah melanggar undang-undang yang berlaku,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura, Sabtu, 28 Desember 2019.

Waterpauw menegaskan KKSB OPM di Papua memiliki senjata api secara ilegal. Apalagi, KKSB OPM juga sudah meresahkan warga di Bumi Cenderawasih. Waterpauw menyebut warga sipil pernah jadi korban penodongan senjata KKSB OPM. “Saya contohkan di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. KKSB OPMmelakukan penodongan kepada masyarakat lokal saat hendak merayakan ibadah Natal. Ini yang mengakibatnya terjadinya peningkatan situasi (keamanan),” ujarnya.

Kondisi Papua sempat memanas. Kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) menyerang prajurit TNI di Kampung Kulapa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pukul 15.30 WIT, Selasa, 17 Desember 2019. Insiden ini menyebabkan Letnan Satu (Lettu) Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Sersan Dua (Serda) Rizky Ramadhan tewas. Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) TNI-Polri memburu KKSB yang kabur ke dalam hutan.

Kemudian, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat, 20 Desember 2019. Kontak tembak tersebut menyebabkan satu anggota TNI gugur dan tiga lainnya terluka.