Desember 3, 2020

Pemda Papua Diminta Buat Perda Hewan Peliharaan terkait tewasnya sopir truk di Dogiyai

kabarmandala.com — Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKSMB) di Papua mendesak pemerintah daerah Dogiyai atau daerah lainnya di Papua, untuk membuat peraturan larangan hewan peliharaan berkeliaran di tempat umum hingga ke jalan raya.

Hal ini menyusul kematian korban sopir truk Yus Yunus yang dikeroyok warga di Jalan Trans Papua yang menghubungkan Nabire hingga Enarotali, Kabupaten Paniai. KKSMB menyebutkan informasi yang diterima istri korban bernama Mela Rahmawati disebutkan korban Yus Yunus tak menabrak pengendara motor yang terpental karena adanya 3 ekor babi yang tiba-tiba melintas, saat pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi.

“Saat 3 ekor hewan babi menyeberang jalan, berbarengan dengan pengendara motor yang melintas. Akibatnya, pengendara motor terpental sejauh 15-20 meter. Almarhum Yus Yunus yang berada di perlintasan jalan, saat itu menghindar dari pengendara motor, hingga keluar dari jalan aspal untuk menghindari korban pengendara motor,” jelas Sekretaris Umum KKSMB di Papua, Burhanuddin, Sabtu (29/2).

KKSMB menyebutkan jika ada peraturan daerah (Perda) larangan hewan peliharaan berkeliaran di jalan raya atau tempat umum, kemungkinan kejadian yang dialami Yus Yunus tak terulang lagi di tempat lainnya. Terlebih menurut KKSMB, kematian Yus Yunus juga dikarenakan tindakan main hakim sendiri yang tak bisa ditolelir.

“Kami mendesak kepolisian melanjutkan tindakan hukum kepada pelaku pembunuhan terhadap Yus Yunus,” katanya. KKMSB menyebutkan terjadi indikasi pembiaran polisi saat pengeroyokan terjadi kepada korban Yus Yunus. Terlebih ada rentan waktu yang seharusnya aparat bisa membawa Yus Yunus ke tempat yang lebih aman.

“Harusnya ada pemberian perlindungan, apalagi kejadian di depan aparat kepolisian,” ujarnya. Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan tim yang diturunkan ke Dogiyai dilakukan untuk mencari fakta di lapangan. “Sopir ini merupakan korban salah sasaran dan pelaku kekerasan harus bertanggung jawab,” katanya. Dalam penyelidikannya, 11 anggota polisi telah dimintai keterangannya dalam kejadian tersebut.