Oktober 29, 2020

Pemilik Hak Ulayat Hentikan Aliran Air ke Stadion Papua Bangkit

kabarmandala.com — Masyarakat pemilik hak ulayat menghentikan aliran air ke Stadion Papua Bangkit, venue PON XX Papua di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, 17 Desember 2019. Keputusan masyarakat pemilik hak ulayat untuk menghentikan penggunaan air yang bersumber dari salah intake di Kali Makanuay, Kampung Harapan itu, sebagai bentuk rasa kekecewaan mereka, terkait tak diresponnya dan tak adanya mediasi mengenai permintaan ganti rugi mereka senilai Rp50 miliar kepada pemerintah dan semua pihak terkait.

Juru Bicara Ondofolo, Yerry Ohee mengatakan, permintaan ganti rugi pemlilik hak ulayat dari marga Ongge, Pouw, Puhiri dan Ohee, telah disampaikan kepada semua pihak terkait, pada Agustus 2019 lalu. “Ini bukan soal uang natal. Jadi kalau ada yang bilang aksi ini sengaja karena menjelang natal, itu salah. Ini lebih soal harga diri kami yang menuntut perhatian pihak-pihak terkait. Jadi jangan asal berkomentar dan mengekspose berita-berita yang tak benar di media,” ungkap Yerry saat ditemui wartawan di Stadion Papua Bangkit, Sentani, Selasa, 17 Desember 2019.

Menurut Yerry, penghentian aliran air itu akan terus dilakukan hingga ada kejelasan dari pihak-pihak terkait, karena tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Tapi jika tuntutan ganti rugi itu tak direspon baik, maka pipa-pipa air yang telah terpasang pada intake utama akan dilepas kembali. “Sebab telah menjadi barang yang tak bermanfaat di atas tanah adat milik kami. Yang kami mau, setelah kami ajukan ganti rugi, kami dipanggil dan dimediasi. Tapi selama ini kami tak pernah ditanggapi, terpaksa kami ambil tindakan ini. Jadi pekerjaan tetap jalan cuma pemanfaatan air saja yang kami hentikan,” jelas Yerry.

Saat dikonfirmasi ke pihak pemerintah setempat, Kepala Distrik Sentani Timur, Steven Wally hanya mengatakan, terkait hal yang disampaikan masyarakat pemilik hak ukayat itu, sebenarnya hanya membutuhkan perhatian dari pemerintah. “Mereka menemukan jalan buntu karena tak ada respon. Jadi dari apa yang mereka sampaikan, bagaimana pemerintah melihat hal itu. Sebab jika tidak, masalah ini akan jadi batu sandungan. Apalagi menjelang PON XX Papua nanti,” kata Steven saat ditemui di Stadion Papua Bangkit, Sentani, Selasa, 17 Desember 2019.