Januari 23, 2021

Pemkab Mimika Belum Berencana Buka Lagi Penerbangan Penumpang

kabarmandala.com — Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua belum merencanakan untuk membuka lagi penerbangan mengangkut penumpang dari Jakarta, Denpasar dan Makassar ke Timika maupun sebaliknya. Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Timika, Rabu (29/4/2020), mengatakan untuk sementara waktu seluruh aktivitas penerbangan membawa penumpang baik dari luar ke Timika maupun dari Timika ke luar tidak diperbolehkan untuk menekan penularan wabah pandemi COVID-19. “Tidak boleh dulu untuk sementara, nanti saya yang ditegur-tegur terus oleh Pemprov Papua. Jadi, untuk sementara tidak boleh dulu,” kata Eltinus.

Pemkab Mimika, katanya, memberikan izin khusus untuk penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta, Denpasar ke Timika pada Selasa (21/4/2020) lantaran ada banyak permintaan dari mahasiswa dan pelajar Mimika serta pegawai Pemkab Mimika yang sempat tertahan hampir satu bulan di dua kota itu sejak penerbangan membawa penumpang ke Timika dan Papua pada umumnya ditutup sejak 26 Maret. Dalam penerbangan pada Selasa (21/4/2020) itu, pesawat Garuda Indonesia membawa sebanyak 106 orang penumpang dari Jakarta dan Denpasar.

Semua penumpang yang berangkat dari kedua kota itu sebelumnya telah dinyatakan sehat dan bebas dari COVID-19 dan setiba di Timika mereka juga diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. “Minggu lalu itu kami izinkan karena ada banyak pegawai kami yang tinggal di sana sudah hampir satu bulan. Ada juga mahasiswa dan pelajar yang mau pulang karena sekolah mereka sudah tidak ada aktivitas,” jelas orang nomor satu di Mimika itu.

Meski melarang penerbangan membawa penumpang, hingga kini Pemkab Mimika masih memperbolehkan penerbangan mengangkut kargo barang dari luar Timika maupun dari Timika ke sejumlah kabupaten di pedalaman Papua.

“Yang kami batasi cuma penerbangan penumpang, tapi kalau kargo barang tetap jalan seperti biasa. Bagaimana mungkin kami tutup penerbangan kargo barang ataupun kapal yang membawa barang ke Timika karena Mimika juga ketergantungan pada suplai barang dari luar, sementara di pedalaman juga bergantung pada suplai barang dan sembako dari Timika yang diangkut dengan pesawat terbang,” jelas Eltinus.

Pemkab Mimika sendiri telah meningkatkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat COVID-19 sejak 23 April hingga 6 Mei. Peningkatan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat itu lantaran semakin banyaknya jumlah warga Mimika yang terpapar COVID-19 baik pasien positif maupun jumlah PDP, ODP dan OTG. Hingga Rabu ini, jumlah kasus positif COVID-19 di Mimika sebanyak 45 kasus, 11 pasien sudah dinyatakan sembuh, sementara tiga pasien sudah meninggal dunia.