November 26, 2020

Pemkot Jayapura lakukan beberapa gerakan terobosan untuk Pengembangan Kawasan Perbatasan di Skouw Wutung

kabarmandala.com — Pemerintah Kota Jayapura yakin kegiatan cross border di perbatasan Papua dan Papua Nugini yang dilaksanakan di Skouw Wutung, Kota Jayapura, menjadi salah satu terobosan untuk peningkatkan perekonomian masyarakat di perbatasan, sesuai dengan nawacita Presiden Indoensia, Joko Widodo. “Dari pinggir timur Indonesia,  ekonomi terus tingkatkan setiap tahun atau setiap harinya,” kata Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat membuka cross border 2019, Kamis 20 Juni 2019.

Daerah perbatasan antar negara yang terletak di Skouw Wutung, Distrik Muara Tami akan menjadi salah satu destinasi wisata potensial. Buktinya setiap akhir pekan banyak wisatawan datang ke lokasi ini. “Mari kita tetap menjaga, lestarikan, kembangkan daerah perbatasan ini. Kedepan bukan hanya cross border yang dilakukan di tempat ini,  tapi juga kegiatan lainnya, agar setiap hari makin banyak orang datang ke perbatasan,” jelas Rustan.

Kedepan, Pemkot Jayapura sedang menata kawasan perbatasan untuk ditempatkan lokasi  rest area, untuk wisata kuliner. Tentunya gagasan ini harus didukung oleh pemilik hak ulayat tanah agar dapat terwujud. Termasuk dengan adanya kerjasama antar negara, sister city dengan Wiwek Province di Negara Papua Nugini yang akan dilakukan bersama oleh kedua negara, misalnya wisata, pendidikan, pariwisata, perdagangan, olahraga dan keamanan akan terbuka antar dua negara ini.

Kata Rustan, untuk terwujudnya sister city, akhir 2019 terminal angkutan umum type C di Entrop akan selesai dikerjakan dan segera diresmikan oleh Menteri Perhubungan. Dengan beroperasinya terminal ini, maka angkutan umum antar negara akan terjadi. “Angkutan umum akan membawa barang dan penumpang. Potensi kerjasama ini akan semakin meningkat, terutama dengan pengembangan produk lokal Papua yang menjadi modal untuk meningkatkan  kearifan lokal masyarakat di daerah di perbatasan,” kata Rustan.