Oktober 29, 2020

Pemprov Papua Yakin Pesparani Katolik Bawa Semangat Persaudaraan

kabarmandala.com — Asisten II Setda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad menyebutkan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I di Provinsi Papua, bukan hanya sekedar menyajikan perlombaan paduan suara, namun dapat menjaga semangat persaudaraan dengan sesama umat beragama yang hidup di tanah Papua dalam bingkai Negara Kesatuan  Republik Indonesia.

Terlebih mengingat situasi bangsa dan negara yang akhir-akhir ini sedang dilanda banyak cobaan, menurut Musa’ad justru pesparani I Katolik di Provinsi Papua menjadi momentum kebersamaan solidaritas antar umat beragama. “Terlebih kami di Papua, dengan semangat Pesparani I Katolik dapat menjunjung  kekeluargaan diantara sesama anak bangsa dalam satu saudara yang hidup di tanah Papua,” katanya, dalam pembukaan Pesparani I Katolik yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kamis malam 14 November 2019.

Kata Musa’ad, Pemprov Papua bangga dengan diselenggarakannya Pesparani I Katolik yang melibatkan agama lain dalam kegiatan ini. Misalnya saja Ketua Umum Panitia Pesparani I Katolik yang dipegang oleh Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano yang diketahui beragama kristen, lalu ada juga musik qasidah yang dilibatkan dalam pembukaan pesparani. “Termasuk saya yang hadir di tempat ini mewakili Pemprov Papua, kebetulan beragama muslim. Hadir pula keterlibatan umat dari hindu dan budha. Ini semua menunjukkan bahwa kami di Papua sepakat menjaga Papua tanah damai dalam keberagaman dan toleransi beragama,” ujarnya.

Lanjut Musa’ad, perbedaan adalah kodrat. Semua orang tak pernah mengetahui dan tak pernah meminta dirinya akan menjadi seorang beragama islam, hindu, budha, kristen dan katolik. Termasuk setiap orang tak pernah meminta dan akan berasal dari suku Batak, Sunda, Jawa hingga Papua.

“Keterlibatan antar umat beragama pada pesparani menjadi bukti bahwa semua agama hidup berdampingan dan sepakat ikut dalam pembangunan di tanah Papua,” katanya. Musa’ad juga mengingatkan kepada pemda di 29 kabupaten/kota, untuk berkontribusi dalam pengembangan kegiatan keagamaan, termasuk pesparani dan kegiatan umat beragama lainnya. Hari ini laporan dari panitia, ada lebih dari 1.700-an peserta dalam lomba pesparani dan ini menjadi awal yang baik dalam kegiatan pesparani.

“Kota Jayapura yang menjadi tuan rumah, harus melakukan yang terbaik dalam pelayanannya. Marilah kita tunjukan kepada semua orang, bahwa keberagaman di tanah Papua dapat membawa sukacita. Dari negeri matahari terbit inilah, kita semua sebarkan cinta kasih untuk menyinari Indonesia. Selamat berlomba kepada peserta pesparani dan ikuti prosesnya dengan baik,” ujarnya.