Desember 5, 2020

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, saat menjenguk satu dari dua anggota Polres Mamberamo Raya yang menjadi korban penembakan saat bentrok di Kasonaweja, Minggu (12/4).

Pemulihan Hubungan TNI-Polri di Mamberamo Raya akan Jadi Fokus Utama

kabarmandala.com —┬áBentrokan yang terjadi antara aparat Polri dan TNI di Mamberamo Ratya, Papua sama-sama disesalkan oleh Kepolisan Daerah Papua dan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih. Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab pun telah menyambangi langsung lokasi bentrokan di Mamberamo Raya. Menurut Paulus, ia dan Pangdam merasa sedih dengan insiden yang menewaskan tiga anggota Polres Mamberamo Raya, Minggu (12/4) kemarin.

“Kejadian seperti ini yang harusnya tidak perlu terjadi. Apalagi menimbulkan korban seperti ini. Mereka semua kan di sana tugasnya melayani masyarkat, menjaga, melindungi masyarakat,” ujar Paulus saat dihubungi Media Indonesia, Senin (13/4). Pascainsiden tersebut, Paulus mengatakan fokus utamanya adalah memulihkan hubungan dengan TNI. “Sekarang yang kita hadapi adalah memulihkan lagi hubungan itu,” katanya.

Paulus enggan membeberkan pemicu insiden yang terjadi tepat pada Hari Paskah itu. Menurutnya, hal tersebut masih bersifat internal. Diketahui, bentrokan antara TNI dan Polri terjadi pada Minggu (12/4), tepat pada hari Paskah. Insiden di Pos Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad itu menewaskan tiga anggota Polres Mamberamo Raya, yakni Briptu Marcelino Rumaikewi, Bripda Yosias, dan Briptu Alexander Ndun. “Kita berempati terhadap keluarga korban. Sudah kita kirim ke keluarga mereka di Merauke ada dua, dan Kabupaten Mappi satu,” tandasnya.