November 26, 2020

Penanganan Banjir Sentani Sudah Masuk Perhitungan Rekonstruksi pada tahun ini

kabarmandala.com — Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jhon Wempi Wetipo mengaku pembangunan rumah dan normalisasi sungai yang rusak akibat banjir bandang Sentani di Kabupaten Jayapura yang rencananya akan dibangun tahun 2020 ini, sudah masuk dalam progres.

Wempi juga mengatakan, sejumlah rencana kerja sudah disiapkan Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai Papua dan pihak terkait.”Sebenarnya penanganan banjir Sentani sudah masuk perhitungan rekontruksi dan memang banyak tempat yang terjadi bencana di tahun 2019,” jelasnya. Menurut Wempi, PUPR akan bekerja sama dengan Yayasan Budha Tzu Chi untuk membangun kurang lebih 3000 unit rumah. Sementara hal yang sama juga sudah dilakukan bagi korban dampak bencana alam di Palu sebanyak 5000 unit.

“Tetapi hal lain itu menjadi tugas Balai Wilayah Sungai, Balai Jalan, dan Cipta Karya. Ini mereka sudah progres karena memang bencana juga akan menjadi tanggungjawab Badan Penanggulangan Bencana,” ujarnya. Untuk korban dampak banjir bandang di Sentani, kata Wempi, memang ada surat yang dilayangkan ke PUPR melalui instansi terkait dari warga di Kompleks Yahim, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hanya saja ini menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Jayapura dan juga akan dibicarakan lagi.

Sedangkan untuk di Kabupaten Jayawijaya, kata Wempi, realisasi pembangunan rumah warga paling lambat akan rampung pada April mendatang. Untuk Kantor Bupati Jayawijaya, kata Wempi, belum ada kepastian apakah PUPR yang akan membangun atau Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sendiri, sesuai dengan dana senilai Rp220 miliar.

“Bupati harap agar hibah dana dari Menteri PUPR itu Rp120 miliar dan dana dari Bapak Gubernur Papua Rp50 miliar dan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya itu Rp50 miliar. Jadi totalnya ada Rp220 miliar,” jelas Wempi.

Wempi juga mengharapkan masyarakat agar tetap bersabar. “Saat ini di Wamena dari total hampir 200 unit rumah, baru selesai dibangun itu kurang lebih 20 unit rumah. Kemudian untuk ruko dari 403 ruko, sementara baru yang dibangun sekitar 50-an,” jelasnya.