November 26, 2020

Penarikan pasukan dari Nduga adalah hal yang sangat mustahhil

kabarmandala.com — Penarikan pasukan nonorganik yang ditempatkan di Kabupaten Nduga disebut hal yang mustahil. Hal ini dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw. “Saya sudah sampaikan beberapa waktu lalu, bahwa kami mempunyai keterbatasan terhadap jumlah personel yang sudah kami bagi-bagi untuk mengamankan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua. Artinya, dengan kekuatan yang minim tersebut, kami memerlukan bantuan dari Pusat (pasukan nonorganik),” kata Waterpauw, Sabtu, 28 Desember 2019.

Waterpauw melanjutkan penambahan pasukan ke wilayah Kabupaten Nduga hanya untuk mengejar pelaku pembunuhan terhadap karyawan PT Istaka Karya beberapa waktu lalu. Dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Nduga harus bersinerga dan membangu kepolisian mengungkap kasus tersebut. “Karyawan PT Istaka Karya inikan nyawanya hilang. Ini dulu yang diselesaikan dan kami petakan satu per satu. Kalau kasus ini sudah diproses hukum baru persoalan lain dituntaskan,” ujarnya.

Waterpauw berjanji menindak tegas anggota Polri yang melakukan pelanggaran dengan menghilangkan nyawa manusia. Dia memastikan anggota yang melanggar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Berikan kami kesempatan untuk bekerja menyelesaikan beberapa kasus yang terjadi di wilayah hukum Papua. Kami pasti akan menyelesaikan semua persoalan hukum yang ada di Papua khususnya di wilayah pegunungan Papua,” katanya.