Oktober 29, 2020

Penegasan Gubernur Papua dalam Deklarasi Damai Bersama Panglima TNI dan Kapolri

Kabarmandala.com – Di depan Panglima TNI, Kapolri dan Gubernur Papua, 34 komponen masyarakat bersama Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Ketua DPR Papua menandatangani kesepakatan deklarasi damai pascakerusuhan di Kota Jayapura, pada 28 Agustus 2019. Kegiatan yang diinisiasi oleh TNi dan Polri tersebut, berlangsung di Swsiss-Bel Hotel Jayapura, pada Kamis (5/09/2019) malam. Dalam sambutannya, Gubernur Papua, Lukas Enembe menegaskan bila sejak saat ini sudah tidak ada lagi istilah paguyuban nusantar, dan yang ada adalah warga nusantara. “Saya berjanji kepada saudara-saudara ku, saya memberikan jaminan kepada siapapun yang hidup di tanah ini, Anda mempunyai hak yang sama, ujarnya

Ditegaskannya bila jangan lagi antarkelompok di Papua merendahkan kelompok lainnya karena semua adalah sama. Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bila keamanan sangat penting bagi suatu daerah, bahkan negara untuk bisa menjalankan pembangunan. “Modal terpenting bagi semua komunitas untuk membangun bukanlah sumber daya alam, sumber daya manusia iya, tapi stabilitas keamanan adalah yang terpenting,” tutur Tito. Karenanya ia meminta semua pihak bisa berkomitmen untuk menjaga stabilitas keamanan Papua agar roda pembangunan bisa dijalankan kembali.

Bukan semata kegiatan formal Sedangkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bila deklarasi yang telah dilakukan oleh 34 komponen masyarakat jangan hanya menjadi sebuah kegiatan formal belaka, melainkan harus diimplementasikan oleh semua pihak. “Perbedaan satu sama lain adalah untuk saling melengkapi menjadi satu kekuatan,” katanya. Kegiatan ” Deklarasi Kesepakatan Bersama Dalam Rangka Menjaga Papua Tanah Damai” tersebut juga dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Ketua MRP, Ketua DPR, Walikota Jayapura, Bupati Merauke, perwakilan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda